nasional

Ibunda Almarhum Brigadir J, Rosti Simanjuntak Meminta Agar HP Anaknya Dikembalikan

Selasa, 1 November 2022 | 14:39 WIB
Rosti Simanjuntak menangis dalam persidangan perkara pembunuhan berencana terhadap anaknya oleh dua terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (Youtube PN Jakarta Selatan)

KLIKREAD - Persidangan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kembali bergulir hari ini, Selasa (01/11/2022) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Agenda sidang hari ini mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi yang digelar sejak pukul 09.00 WIB.

Ada 12 saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan semuanya dari pihak keluarga almarhum Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kedua orang tua (Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak) almarhum memberikan keterangan lebih dulu. 

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrwathi Berpelukan di Sidang Perkara Pembunuhan Berencana Brigadir J

Ibunda mendiang Brigadir J, Rosti Simanjuntak hadir memberi kesaksian setelah Samuel Hutabarat.  

Seperti di lansir dari laman PMJ News, “Anak yang paling patuh, anak yang paling ceria, anak selalu menggemaskan kepada siapapun dan selalu patuh hormat kepada siapapun yang ditemuinya,” ujar Rosti di PN Jaksel, Selasa (1/11/2022).

Baca Juga: Ferdy Sambo Akan Dipertemukan Dengan Keluarga Brigadir J di Lanjutan Sidang Perkara Pembunuhan Berencana

“Karena saya menyarankan, sebagai ibu seorang pendidik memang saya selalu sarankan anak saya agar berbuat baik dimanapun berada,” tambahnya Rosti di depan sidang yang juga dihadiri oleh terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Kedua terdakwa sempat diminta oleh Samuel Hutabarat untuk melepas maskernya. Ferdy Sambo raut mukanya terlihat tegang dan Putri Candrawathi sesekali mencatat apa yang menjadi kesaksian orang tua almarhum Brigadir J.

Baca Juga: Saksi Susi, ART Ferdy Sambo, Lebih Banyak Menjawab Tidak Tahu Pada Sidang Ketiga Terdakwa Bharada E

Kemudian Tangis Rosti tak terbendung saat memberikan kesaksian mengenai anaknya yang telah dirampas nyawanya oleh Ferdy Sambo.

“Anakku dihabisi, anakku dirampas nyawanya, dengan sadisnya di tangan atasannya Ferdy Sambo yang sudah saya yakini dia sebagai wali yang diberikan dari Tuhan, titipan bagi dia,” ucap Rosti dengan haru.

Baca Juga: Kakak Ferdy Sambo, Leonardo Sambo Hadir Sebagai Saksi di Sidang Ketiga Richard Eliezer Atau Bharada E

“Saya sebagai ibu begitu hancurnya, begitu tersayat-sayat hatiku, mendengar berita Almarhum Yosua terbunuh dengan sadisnya di tangan atasannya, yang selayaknya melindungi memberikan keamanan baginya, bagaimana dia bertugas mengawal bapak dan keluarganya di dalam tugasnya setiap hari,” lanjut Rosti sembari mengenang almarhum Brigadir J.

Halaman:

Tags

Terkini