KLIKREAD - Shin Tae-yong pelatih Timnas Indonesia asal Korea Selatan akhirnya buka suara setelah lewat sepuluh hari dari kejadian Tragedi Kanjuruhan Malang hari Sabtu malam (1/10).
Pelatih yang sukses membawa timnas Indonesia naik rangking FIFA setelah mengalahkan Curacao, menyatakan akan mengundurkan diri jika Ketua Umum PSSI, M Iriawan mengundurkan diri karena desakan dan kasus Tragedi Kanjuruhan Malang.
Terlepas dari situasi akibat Tragedi Kanjuruhan Malang, Shin Tae-yong tetap menghormati dan mengucapkan belasungkawa terhadap korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 132 orang.
Shin Tae-yong mengungkapkan perasaan dan tanggapannya terhadap situasi sepakbola Indonesia saat ini di akun Instagram pribadinya hari Selasa ini (12/10).
Berikut ini petikan pernyataan lengkap Shin Tae-yong yang diposting di Instagramnya.
Pertama-tama saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas tragedi Kanjuruhan, Malang. Saya juga seorang suami dari istri dan seorang bapak dari 2 anak. Saya ingin memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga korban.
Saya ingin memberikan harapan kepada semua orang Indonesia yang tersakiti karena tragedi kali ini walaupun dukungan saya tidak dapat menjadi kekuatan yang besar bagi keluarga korban. Cara saya untuk memberi harapan adalah memberikan hasil baik dengan berprestasi di sepak bola yang masyarakat sukai.
Seseorang yang sangat mencintai sepakbola Indonesia dengan kesungguhan hati dan memberikan dukungan penuh dari belakang agar sepak bola dapat berkembang adalah Ketua Umum PSSI. Menurut saya, jika Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi dan mengundurkan diri, maka saya pun harus mengundurkan diri. Karena saya pikir jika terdapat kesalahan dari rekan kerja yang bekerja bersama sebagai 1 tim, maka saya pun juga memiliki kesalahan yang sama.
Kita adalah 1 tim. Sepak bola tidak bisa sukses jika hanya performa 11 pemain inti saja yang bagus, bukan juga hanya staf pelatih saja yang bagus, kita bisa mencapai kesuksesan ketika semuanya menjadi satu tim mulai dari pemain inti, pemain cadangan, staf pelatih, official, semua karyawan federasi termasuk Ketua Umum.
Itulah filosofi sepakbola saya. Sepakbola adalah salah satu olahraga yang tidak akan bisa menang dengan hanya 1 orang saja yang bagus kinerja kerjanya. Saya dengan masyarakat Indonesia dapat mengembangkan sepakbola Indonesia bersama setelah saya datang ke Indonesia pada tahun 2020. Ini adalah prestasi atau hasil yang dibuat oleh para pemain, fans dan Ketua Umum PSSI yang memilih saya.