nasional

Kapolri Tiba di Malang, Janji Akan Investigasi dan Usut Tuntas Kasus Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 21:28 WIB
Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo didampingi Menpora dan Ketum PSSI, memberikan keterangan pers di Malang 2/10

KLIKREAD - Presiden Jokowi telah memerintahkan jajarannya, Menkes, Gubernur Jatim, Menpora, Ketum PSSI, dan Kapolri untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mengusut tuntas Tragedi Kajuruhan di Malang Sabtu malam 1/10. 

Presiden juga meminta agar, Menpora, bersama Ketum PSSI, dan Kapolri melakuan evaluasi penyelenggaraan pertandingan Liga 1 Indonesia dan menghentikan sementara kegiatan Liga 1 sampai pengusutan dan investigasi Tragedi Kanjuruhan selesai.

Baca Juga: Presiden FIFA Berikan Pernyataan Soal Tragedi Kanjuruhan Yang Menewaskan Ratusan Orang

Artinya disini, Presiden Jokowi dengan tegas mengingingkan agar kejadian ini kedepannya tidak akan terulang lagi, mengingat dunia sepakbola Indonesia sedang bergeliat dan bagus-bagusnya.

Kapolri, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, bersama Menpora, Ketum PSSI sudah tiba di Malang sore ini, dan langsung menuju Stadion Kanjuruhan Malang.

Baca Juga: PSSI Kirim Laporan Pertama ke FIFA Tentang Tragedi Kanjuruhan Yang Menewaskan 130 Orang Hingga Saat Ini

Mereka akan terus berkoordinasi hingga kasus ini diusut tuntas sesuai arahan dan perintah Presiden Jokowi sebagai kepala negara. 

Kapolri kemudian memberikan pernyataan setibanya di Malang, seperti dilansir dalam antaranews.com, "Kami bersama dengan tim akan melaksanakan pengusutan terkait dengan proses penyelenggaraan dan pengamanan laga tersebut."

Baca Juga: Perintah Lengkap Presiden Jokowi Dalam Merespon Tragedi Kanjuruhan Yang Menewaskan 130 Orang

Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan Polri dalam rangka pengusutan Tragedi Kanjuruhan ini adalah dengan melibatkan tim DVI (Disaster Victim Identification) untuk memastikan identitas korban yang meninggal dunia.

Selanjutnya tim DVI akan melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV yang ada di Stadion Kanjuruhan Malang pada saat malam kejadian Sabtu 1/10. 

Baca Juga: Reaksi Presiden AFC Terhadap Kerusuhan Sepakbola di Kanjuruhan Yang Menewaskan 130 Orang

Seperti diketahui bahwa kericuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi akibat dipicu kekalahan tuan rumah Arema FC kepada rivalnya Persebaya dalam lanjutan Liga 1 Indonesia Sabtu malam 1/10. 

Setelah pertandingan selesai, sejumlah suporter Arema FC masuk ke tengah lapangan yang kemudian di halau oleh pihak keamanan dengan menggunakan tear gas (gas air mata) yang memaksa para suporter keluar berdesakan dan banyak yang terinjak-injak hingga mati lemas sesak napas karena sempitnya pintu keluar area Stadion Kanjuruhan Malang.

Halaman:

Tags

Terkini