Baca Juga: Cerita Dibalik Istilah G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok, Ada Yang Mirip Dengan Polisi Khusus NAZI
Mathhew Bevan dan Richard Pryce
Matthew Bevan dan Richard Pryce adalah tim peretas asal Inggris yang meretas beberapa jaringan militer pada tahun 1996. Tak tanggung-tanggung yang mereka retas adalah Pangkalan Angkatan Udara Griffiss, Badan Sistem Informasi Pertahanan, dan Institut Penelitian Atom Korea (KARI).
Bevan (Kuji) dan Pryce (Datastream Cowboy) telah dituduh hampir memulai perang dunia ketiga setelah mereka membuang penelitian KARI ke sistem militer Amerika. Bevan mengklaim bahwa dia ingin membuktikan teori konspirasi UFO. Niat jahat atau tidak, Bevan dan Pryce menunjukkan bahwa bahkan jaringan militer pun rentan.
Jeanson James Ancheta
Jeanson James Ancheta tidak tertarik untuk meretas suatua sistem hanya untuk data kartu kredit. Bahkan dia tidak mau merusak jaringan untuk memberikan keadilan sosial seperti Anonymous.
Sebaliknya, Ancheta penasaran dengan penggunaan bot—robot berbasis perangkat lunak yang dapat menginfeksi dan pada akhirnya mengendalikan sistem komputer. Dengan menggunakan serangkaian "botnet" skala besar, ia mampu mengkompromikan lebih dari 400.000 komputer pada tahun 2005.
Menurut Ars Technica, ia kemudian menyewakan mesin ini kepada perusahaan periklanan dan juga dibayar untuk memasang bot atau adware secara langsung pada sistem tertentu. Ancheta dijatuhi hukuman 57 bulan penjara. Ini adalah pertama kalinya seorang hacker dikirim ke penjara karena penggunaan teknologi botnet.
Baca Juga: Fakta Mencengangkan Tentang D.N Aidit yang Disebut-sebut Dalang Tragedi G30S PKI
Michael Calce
Pada Februari tahun 2000, Michael Calce yang masih berusia 15 tahun, juga dikenal sebagai "Mafiaboy", menemukan cara untuk mengambil alih jaringan komputer universitas. Dia menggunakan sumber daya gabungan mereka untuk mengganggu mesin pencari nomor satu saat itu: Yahoo.
Dalam satu minggu, dia juga menjatuhkan Dell, eBay, CNN, dan Amazon menggunakan serangan distributed-denial-of-service (DDoS) yang membuat server perusahaan kewalahan dan menyebabkan situs web mereka mogok. Ini dianggap sebagai 'wake up call' dari Calce bagi perusahaan belanja online dan berita online.
Kevin Poulsen