nasional

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Bongkar Pencurian 180 Unit Tas Ekspor di Kargo Internasional

Jumat, 15 Mei 2026 | 19:23 WIB
Barang bukti berupa tas import erbongkar di kawasan kargo internasional Bandara Soekarno-Hatta.

KLIKREAD.COM, Jakarta - Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar kasus pencurian 108 unit tas ekspor merek Lululemon di kawasan kargo internasional melibatkan jaringan orang dalam pada Jumat 15 Mei 2026.

Aksi kriminal ini mengakibatkan kerugian Rp 213 juta bagi perusahaan eksportir PT Pungkook Indonesia One setelah barang yang dikirim menuju Shanghai, China, diketahui raib dari manifest.

Penyelidikan kepolisian bermula dari laporan kehilangan saat barang tiba di tujuan.

Baca Juga: Sahroni Sebut Kejagung Dongkrak Kepercayaan Publik, Terkait Satgas PKH Setor Rp10 Triliun Lebih

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 4.749 tas yang dikirim dari Grobogan, Jawa Tengah, dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 13 April 2026 lalu.

Sebelum dijadwalkan terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono menjelaskan, bahwa pengiriman tersebut menggunakan layanan kargo udara nasional.

Baca Juga: Jerat Pelaku Perintangan Penyidikan, KPK Segera Kembangkan Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, pihak kepolisian menemukan adanya kejanggalan dalam proses pemeriksaan barang di area gudang.

"Perusahaan mengirimkan sebanyak 4.749 tas merek Lululemon dari Grobogan menuju Shanghai melalui kargo Garuda Indonesia," ujar Yandri.

Setelah melakukan pelacakan melalui rekaman CCTV di area Regulated Agent (RA) BST dan Pergudangan Soewarna, polisi mengidentifikasi adanya 40 karton yang sengaja dipisahkan dari jalur pemeriksaan X-Ray.

Baca Juga: KPK Bidik Calon Tersangka Baru di Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Tiga tersangka berinisial R, A, dan F ditangkap di kawasan Karawaci, Tangerang, di mana tersangka R berperan sebagai otak pelaku sekaligus tim operasional ekspor.

"Tersangka F berperan mengondisikan agar 40 karton tersebut dipisahkan dari pemeriksaan dan dimasukkan ke dalam truk box," ujar Yandri.

Halaman:

Tags

Terkini