nasional

Mentan Amran Sidak di Karimun, Ribuan Ton Beras Ilegal Diamankan

Selasa, 20 Januari 2026 | 13:08 WIB
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan serangkaian kegiatan di Tanjungbalai Karimun

 

KLIKREAD.COM, Karimun - Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan serangkaian kegiatan di Tanjungbalai Karimun, Kepri, Senin, 19 Januari 2026.

Salah satu kegiatan Mentan adalah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjungbalai Karimun. Sidak dilaksanakan terkait pengungkapan penyelundupan ribuan ton beras ilegal.

Dalam kesempatan ini, Mentan Amran menegaskan penyelundupan beras ke wilayah Indonesia tidak bisa dibiarkan karena merugikan petani.

Baca Juga: Jalan Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Jawaban Penyelesaian Konflik di Desa Soso

"Ini tidak boleh dibiarkan. Kita sudah swasembada. Stok beras nasional lebih 3 juta ton," tegas Amran.

Aparat Kanwil Bea Cukai Karimun mengamankan seribu ton beras ilegal. Sebanyak 345 ton masih berada di gudang Bea Cukai.

Beras tersebut diketahui diangkut menggunakan enam kapal dari FTZ Tanjungpinang, wilayah yang secara faktual bukan daerah produsen beras dengan tujuan ke sejumlah daerah sentra produksi seperti Palembang dan Riau.

Baca Juga: Penulis Muda Nada Salsabila Kamil Rilis Novel Terbaru Riana, Sudah Hasilkan 19 Karya Sejak Usia 12 Tahun

Pola distribusi ini menurut Mentan Amran tidak masuk akal dan menguatkan dugaan penyelundupan - dikirim dari daerah tidak memiliki sawah ke wilayah yang surplus.

Mentan menegaskan ini harus diusut tuntas dan tidak berhenti di pelaku lapangan.

Selain beras, Kanwil Bea dan Cukai Karimun juga juga mengamankan gula pasir, cabai kering, bawang merah dan bawang putih yang seluruhnya tidak dilengkapi sertifikat karantina.

Baca Juga: Walikota Amsakar : Peluncuran FLF Permata Borneo 1 Buktikan Kemampuan Anak Bangsa

Selain itu, pengiriman komoditas tersebut juga tidak melalui tempat pengeluaran resmi, serta tidak dilaporkan kepada pejabat berwenang.

Halaman:

Tags

Terkini