Satu, penganguran absolut itu justru naik. Jadi, persentasenya memang turun.
Tapi jumlah orang tambah karena angkatan kerjanya membesar. Nah, kita kejar-kejaran itu di situ,” urainya.
“Lalu kedua, kualitas kerjanya melemah.
Maksudnya apa? Gini, pekerjaan yang sifatnya part time jumlahnya tambah.
Sementara yang full time jumlahnya berkurang,” tambahnya.
Baca Juga: Polri Buktikan Prestasi Keberhasilan dalam Misi Jaga Perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah
Menurutnya, banyak pekerja part time dengan jam kerja dan penghasilan yang sangat tidak layak kemudian disebut sebagai bukan pengangguran.
“Yang ketiga, mayoritas pekerja kita, 60an persen masih pekerja informal,” tuturnya.
“Kalau informal itu artinya apa? Upahnya cenderung rendah, tidak punya perlindungan sosial, tidak punya perlindungan hukum yang cukup,” kata dia menegaskan.
Baca Juga: Indonesia Siap Kirim 350 Personel Brimob Dilatih Jadi Pasukan Jaga Perdamaian di Gaza
Anies juga berpendapat bahwa angka pengangguran tertinggi masih didominasi oleh generasi muda.
Karena mereka adalah generasi yang paling semangat tetapi paling sulit masuk kerja.
“Terus keempat, pengangguran anak muda masih tetap paling tinggi.
Baca Juga: Peluncuran Website Ensiklopedia Digital Pribahasa Minangkabau di Padang Pariaman
Anak muda itu paling semangat tapi paling sulit masuk ke tempat kerja.” katanya.