KLIKREAD.COM, Jakarta - Hingga tahun 2026 mendatang, Pemerintah menargetkan 500 ribu penerima manfaat program SMK Go Global.
Dalam rangka memperluas program SMK Go Global, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat mendorong peran perguruan tinggi guna memperkuat pelaksanaan program tersebut.
Sebagai salah satu sampelnya, Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat mengambil contoh dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Baca Juga: BKKBN Bentuk 251 Sekolah Lansia di Aceh dengan 780 Peserta
Program pelatihan tenaga kerja luar negeri di UMM akan disinergikan dengan program SMK Go Global yang pelaksanaannya diinisiasi oleh Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
”Banyak sekali praktik-praktik baik yang sudah dilakukan di UMM, terutama dalam memberdayakan lulusan-lulusan SMK.
Dan juga perguruan tinggi untuk dapat bersaing di pasar global,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Haris pada Sabtu 15 November 2025.
Baca Juga: PT Hadji Kalla dan PT GMTD Saling Klaim Lahan di Kawasan Metro Tanjung Bunga
Karena itu, Abdul Haris mengapresiasi inisiatif UMM dalam penyelenggaraan pusat pelatihan dan pendidikan untuk persiapan kerja ke luar negeri.
Tidak hanya mendapat dukungan dari Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan turut memberikan dukungan.
”Program Career Boost yang dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan peluang global telah dimulai sejak 2019,” kata Fauzan.
Baca Juga: Momen Prabowo Jemput Raja Yordania Abdullah II, Satu Mobil Bareng ke Istana Merdeka
Sejauh ini, peserta pelatihan tenaga kerja luar negeri dari UMM yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 519 orang.
Sementara, peserta siap berangkat saat ini mencapai 261 orang.