KLIKREAD.COM, Jakarta - Gubernur DKI Pramono Anung mengatakan, kerugian akibat aksi unjuk rasa/demo yang memanas di Jakarta dalam beberapa terakhir mencapai Rp55 miliar.
Kerugian tersebut mencakup insfrastuktur MRT, Transjakarta (TJ), CCTV dan infrastuktur lainnya.
"MRT Jakarta kerusakan infrastruktur sebesar Rp 3,3 miliar. Lalu, Transportasi Jakarta (TJ) kurang lebih Rp 41,6 miliar.
Baca Juga: DKI Jakarta Berlakukan Tarif MRT dan LRT Rp1 Hingga 7 September 2025
Kemudian kerusakan CCTV dan infrastruktur lainnya sekitar Rp 5,5 miliar sehingga total kerusakan ada Rp 55 miliar,'' ujar Pramono di Balai Kota usai Rapat Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) DKI, Jakarta, Senin 1 September 2025.
Jumlah kerugian cukup besar karena sangat banyak fasilitas publik yang rusak di Jakarta.
Untuk TJ saja, ada sekitar 22 halte yang rusak berat hingga ringan.
Baca Juga: Begini Pernyataan Menkeu Sri Mulyani Setelah Rumahnya Dijarah Sekelompok Orang Tak Dikenal
Halte itu ada yang melayani penumpang BRT dan Non -BRT.
Lalu, ada juga beberapa pintu tol yang sistemnya juga tidak murah.
''Dari 22 halte itu, 6 halte TJ terbakar dan dijarah. Kemudian ada 16 halte TJ yang dirusak dan kemudian dilakukan coret-coret vandalisme dan sebagainya,'' imbuhnya.
Namun, semua kerusakan itu disebutkan Pram sudah dilakukan pembersihan mulai Sabtu 30 Agustus 2025 lalu.
Sehingga, hari ini (1/9) semua transportasi publik di Jakarta sudah melayani penumpang dengan normal.