"Kalau keterangan dari mamanya luka memar hampir semua tubuh, termasuk di leher juga ada, terus luka sayatan dan sulutan api," jelas Rafael.
Baca Juga: KPK Komitmen Tuntaskan Buru Lima DPO Korupsi
Terpisah, ayah kandung korban, Serma TNI Kristian Namo kepada wartawan di Bandara El Tari Kupang menegaskan anaknya Prada Lucky Cepril Saputra Namo menjadi korban kekejaman rekan-rekannya sendiri sesama anggota TNI.
"Dia korban penganiayaan, itu jelas. Saya tuntut keadilan," tegasnya.
Kepala Penerangan Resort Militer 161 Wirasakti, Mayor (Infanteri) I Gusti Komang Surya Negata, mengatakan kasus ini masih diselidiki.
Baca Juga: Kondisi Gigi Masyarakat Sangat Buruk, Hasil Cek Kesehatan Gigi Gratis
"Untuk sementara dalam penyelidikan di POM (polisi militer).
Mohon waktunya," kata I Gusti Komang.
Sementara itu Dandim 1625 Ngada, Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan, membenarkan kabar Lucky menjadi korban penganiayaan seniornya.
Namun, ia tak mengetahui persis kejadian termasuk terduga pelaku penganiayaan itu.
"Betul. Tapi, kejadian dan siapa pelakunya, saya tidak tahu karena itu wewenang batalion," kata Deny.***