Baca Juga: Gegara Lecehkan Tahanan Wanita, Polda Jatim Pecat Kasat Tahti Polres Pacitan
Kasus ini sontak menyulut reaksi keras dari masyarakat, terutama di media sosial.
Banyak netizen yang menyayangkan kejadian tersebut, bahkan mempertanyakan kesiapan dan pengawasan dalam pelaksanaan program MBG.
“MBG memakan korban lagi! Siswa SDN di Sultra muntah-muntah usai makan MBG.
Daging ayam diduga berwarna hitam dan berbau busuk.
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Ketahanan Pangan, Mabes TNI Perintah 100 Pamen Bentuk Kompi
Evaluasi, Pak @Prabowo!” seru akun @mdy**** di media sosial X.
“MBG itu bagus tujuannya. Tapi tolong dicek lagi vendor kateringnya.
Kalau belum siap, jangan dipaksakan. Ini nama negara jadi jelek, kasihan anak-anak yang jadi korban,” ujar @sch****.
Di tengah riuhnya komentar, muncul pula kritik yang lebih mendalam soal konsep besar program MBG ini.
Sejumlah netizen menganggap bahwa solusi untuk meningkatkan gizi anak tidak cukup dengan membagikan makanan gratis.
Baca Juga: Ini Kata Kaesang Pangarep Tanggapi Isu Ijazah Palsu Bapaknya Jokowi
Melainkan dengan memperbaiki akar permasalahan ekonomi.
“Kayaknya MBG belum cocok diterapkan di Indonesia.
Lebih baik sediakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya supaya orang tua bisa penuhi kebutuhan gizi anak sendiri,” tulis @muh****