Video Hilirisasi Wapres Gibrab Diduga Beli Like, Jomplang dengan Jumlah Penayangan.

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Minggu, 27 April 2025 | 14:10 WIB
Like di Video Wapres Gibran'Hilirisasi dan Masa Depan Indonesia' jadi sorotan warganet./@BosPurwa
Like di Video Wapres Gibran'Hilirisasi dan Masa Depan Indonesia' jadi sorotan warganet./@BosPurwa

KLIKREAD.COM,Jakarta - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali mengunggah video diunggah dikanal YouTube pribadinya.

Kali ini Gibran membahas terkait 'Hilirisasi dan Masa Depan Indonesia' berdurasi 6 menit 38 detik.

Namun yang menjadi perhatian warganet adalah jumlah like dan penayangan/tontonan sangat jomlang.

Baca Juga: Banjir di Kota Palu Diduga Sekjen Laskar Merah Putih Dampak Pertambangan, BPK Diminta Lakukan Audit Kerusakan Lingkungan

Dalam gambar tangkapan layer yang dibagikan warganet di akun X, video tersebut mampu mendapatkan jumlah likes sebanyak lebih dari 47.000 meskipun hanya ditonton sebanyak 3.993 penayangan.

Secara logika, orang-orang yang menyukai konten YouTube Gibran Rakabuming hanya memberikan tanda suka dan tidak menonton video tersebut.

Fenomena itu sendiri jarang terjadi jika diperoleh secara organik.

Oleh karena itu, tak sedikit warganet yang curiga jika tim Gibran Rakabuming membeli bot khusus untuk menyukai video tersebut.

Baca Juga: Gegara Lecehkan Tahanan Wanita, Polda Jatim Pecat Kasat Tahti Polres Pacitan

Karena sebelumnya, jumlah dislikes pada konten video YouTube Gibran Rakabuming lebih banyak dibandingkan jumlah likes-nya.

Hal ini sontak saja mengundang reaksi publik yang mencemooh Gibran Rakabuming.

Bahkan tak hanya di media sosial X, kolom komentar YouTube Gibran Rakabuming pun diserbu oleh warganet.

Dikutip dari laman suara.com, salah satu komentar warganet sangat pedas lewat akun media sosial X.

Baca Juga: Tingkatkan Produksi Ketahanan Pangan, Mabes TNI Perintah 100 Pamen Bentuk Kompi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X