nasional

Ganjar Mahfud Posisi Buncit, Tolak Timnas Israel Jadi Gara-Gara, Banyak Pihak Murka

Senin, 19 Februari 2024 | 11:14 WIB
Tolak timnas Israel di ajang Piala Dunia U17 dianggap jadi penyebab Ganja Mahfud Peroleh Suara sedikit (Ist.)

Mengutip Charta Politica yang menghimpun data hitung cepat hingga Jumat siang (16/2/2024), di Jawa Tengah pasangan Prabowo-Gibran meraup 51,16 persen. Berikutnya Ganjar Pranowo - Mahfud Md (34,19 persen) dan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (14,66 persen). Di Bali, Prabowo-Gibran meraih (55,91 persen), Ganjar-Mahfud (39,36), dan Anies-Muhaimin (4,74 persen). Di NTT, Prabowo-Gibran meraup 66,18 persen, Ganjar-Mahfud (25,92 persen), dan Anies-Muhaimin 7,90 persen.

Efek Khofifah - Blunder Ganjar
Secara umum, sejumlah pengamat politik menyebut kemenangan Prabowo - Gibran tak lepas dari dukungan Presiden Jokowi. Meski tak disampaikan secara terbuka, sejumlah isyarat dan gestur politik Jokowi dengan mudah memperlihatkan itu.

Baca Juga: Loker Terbaru Bekasi di PT Lima Duapuluh Nusantara Ekspress Sebagai Admin Marketing, Cek Info Lengkapnya Cuma di Sini!

Tak lama setelah PDIP mendeklarasaikan Ganjar Pranowo, kelompok relawan Projo dan PSI yang selalu menyebut diri 'Tegak lurus kepada Jokowi' mengalihkan dukungan kepada Prabowo. Berkali-kali pula Jokowi memperlihatkan kebersamaannya dengan Prabowo.

Ketika sejumlah lembaga survei menyebut elektabilitas Prabowo - Gibran stagnan, Jokowi pun beraksi khususnya di Jawa Tengah. Sejak awal Januari hingga awal Februari berkali-kali dia melakukan kunjungan kerja di beberapa daerah di sana. Di pihak lain, keputusan PDIP menjadikan Mahfud Md sebagai pendamping Ganjar pun tergolong nekad. Sebab saat masih menjadi Menko Polhukam elektabilitasnya selalu berada di tengah.

Secara realistis seharusnya PDIP menggandeng Sandiaga Uno yang menjadi anggota koalisi melalui PPP. Sementara Erick Thohir dikabarkan lebih condong ke Prabowo melalui PAN sebagai kendaraan politiknya.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat merilis hasil survei pada akhir Agustus 2023 mengungkapkan bahwa calon wapres yang paling pantas mendampingi Ganjar adalah Erick Thohir dengan elektabilita 17%. Lalu ada nama Sandiaga Uno (13,6%), Ridwan Kamil (14,6%), AHY (8,8%), dan Mahfud Md 6,7%.

Baca Juga: PT Ultra Prima Abadi - Orang Tua Group Wilayah Serang Banten Buka Loker Terbaru, Lulusan Teknik Wajib Baca Info Ini!

Di bulan berikutnya, survei Polltracking pada malah menempatkan Mahfud pada urutan ke-7 sebagai cawapres setelah Erick Thohir (18,6%), Sandiaga (15,7%), AHY (10,2%), Ridwan Kamil (9,1%), Muhaimin Iskandar (7,6%), Gibran Rakabuming (7,3%) dan Mahfud (6,6%).
Salah satu dasar PDIP memilih Mahfud adalah optimisme mampu kembali meraih suara NU di Jawa Timur, sebab dia putra Jatim kelahiran Sampang, Pulau Madura. PDIP lupa bila Mahfud selama puluhan tahun lebih sering tinggal di Jogjakarta.

Tokoh yang punya akar kuat di Jatim tak lain adalah Khofifah Indar Parawansa. Dia gubernur Jatim, Ketua Muslimat NU dan Ketua DPP PBNU. Pada 10 Januari 2024, dukungan terhadap Prabowo - Gibran disampaikan terbuka meski dia baru resmi bergabung dengan Tim Pemenangan pada 21 Januari.

Bila pada survei Desember 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran di Jatim di angka 45-46 persen, hasil hitung cepat suara yang diraih Prabowo-Gibran melonjak menjadi 65-66 persen. Diakui atau tidak, ada efek dukungan Khofifah di situ.

Selain menolak Piala Dunia U-20, Ganjar-Mahfud juga melakukan berbagai blunder dengan terus-menerus mengkritik sejumlah kebijakan pemerintahan Jokowi. Sebut saja soal food estate, impor pangan, deforestasi, hingga dinasti politik dan rekayasa hukum.

Baca Juga: Tampilan Baru Honda Vario 2024 Semakin Memesona, Balutan Warna Elegan dan Mesin Makin Garang Menambah Gairah Berkendara

Salah satu yang paling diingat publik kemudian adalah ketika Ganjar memberi nilai 5 bagi penegakan hukum hingga HAM di era Presiden Jokowi. Ia menyampaikan hal itu dalam Sarasehan Nasional Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) pada 18 November 2023.

Akibat semua itu, tren elektabilitas Ganjar - Mahfud terus menurun. Pada awal Desember, Ketua DPP PDIP Puan Maharani langsung menyatakan akan mengevaluasi pola kampanye Ganjar - Mahfud. Begitu juga dengan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mewanti-wanti agar orang yang dipersepsikan baik seperti Jokowi tak dikritik dengan tajam. Sebab bagaimana pun tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi sangat tinggi.

Halaman:

Tags

Terkini