Ngeyel saat Ditegur Satpam di Bundaran HI, Aparat Pengemudi Alphard Kini Diproses Propam Meski Sudah Ngaku Salah

photo author
Nada Salsabila, Klik Read
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:27 WIB
Menyoroti mediasi antara seorang satpam di Bundaran HI dengan pengemudi Alphard yang sempat viral disebut arogan di jalan raya.   (Instagram.com/@katakitaig)
Menyoroti mediasi antara seorang satpam di Bundaran HI dengan pengemudi Alphard yang sempat viral disebut arogan di jalan raya. (Instagram.com/@katakitaig)

KLIKREAD.COM, JAKARTA - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti kontroversi yang sempat terjadi antara seorang petugas keamanan atau satpam di Bundaran HI, Fiktor Harefa (26) dengan seorang pengemudi Alphard.

Sebelumnya, peristiwa ini terjadi di penyeberangan depan Hotel Pullman, Bundaran HI.

Kala itu, beredar video kamera pengawas CCTV yang memperlihatkan Fiktor menegur pengemudi Alphard tersebut yang diduga menerobos lampu lalu lintas (lalin) di area penyeberangan Bundaran HI.

Hal yang menyita perhatian, teguran tersebut sempat berujung cekcok karena pengemudi tidak terima hingga diduga memaksa satpam tersebut untuk bersujud.

Baca Juga: Dukung Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan, Li Claudia Chandra Masuk Dewan Penasihat Batam Premier FC

Kini, terungkap identitas pengemudi Alphard tersebut merupakan seorang aparat kepolisian.

Terlebih, sopir Alphard yang sempat viral disebut arogan itu mengaku salah, dan bersedia untuk gantian bersujud di hadapan sang petugas keamanan, untuk menebus kesalahannya.

Hal itu dilakukan pelaku, setelah melalui proses mediasi di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta, pada Jumat, 25 Juli 2026 malam.

Pelaku Gantian Sujud untuk Tebus Kesalahan

Baca Juga: Bongkar Gudang Narkotika di Pekanbaru, Polda Riau Amankan 4 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi

Kuasa hukum korban, Wiradarma Harefa dalam kesempatan itu menilai aksi tersebut dilakukan atas kesadaran pengemudi Alphard, sebagai bentuk penyesalan, tanpa ada permintaan dari kliennya.

"Mohon maaf teman-teman, korban tadi tidak meminta itu. Tetapi karena dari pengemudi itu merasa bahwa dia salah," kata Wiradarma usai mediasi.

Kesadaran penyesalan, ya mungkin melakukan juga hal yang sama, sujud di hadapan. Begitu," ucap Wiradarma.

Menurut Wiradarma, pihak pengemudi Alphard akhirnya menyadari kesalahan dan mengakui sikap arogan yang terjadi saat perselisihan di Pos Polisi Thamrin yang sempat viral di media sosial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nada Salsabila

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X