KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, menegaskan pencegahan paham radikal dan ekstremisme tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Melainkan merupakan tanggungjawab bersama, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga.
Penegasan Walikota Lis tersebut dalam kegiatan penguatan pemahaman pemerintah daerah terkait implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).
Baca Juga: Pulau Penyengat Dinilai Miliki Peluang Jadi Model Ekonomi Oranye Berbasis Budaya Melayu
Kegiatan berlangsung di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Kota Batam, Kamis 7 Mei 2026.
Dikatakannya, bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan masyarakat dan dapat membaca kondisi sosial di lapangan lebih cepat.
“Upaya mencegah radikalisme bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi tanggung jawab semua pihak.
Termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga,” ujarnya.
Baca Juga: Kampanyekan Gema Batam ASRI, Walikota Bersama Warga Goro Bersihkan Lingkungan di Kawasan Batam Kota
Setiap daerah perlu memiliki rencana aksi daerah pencegahan dan penanggulangan ekstremisme yang disesuaikan dengan kondisi sosial masing-masing wilayah.
“Setiap daerah memiliki tantangan dan kondisi sosial yang berbeda, sehingga pendekatan yang dilakukan harus tepat dan sesuai dengan situasi lokal,” tambahnya.
Menurut Lis, penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan literasi digital perlu terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
“Pendidikan karakter, penguatan literasi digital, serta pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh paham radikal,” tuturnya.
Artikel Terkait
Sinergi Jaga Kondusivitas Kepri, Kapolda Kepri Terima Audiensi Pengurus Cabang PMII
Warga Keluhkan Bau Busuk Ternak Ayam, Pemko Tanjungpinang Fasilitasi Mediasi Bersama Kelompok Ternak Jaya
Agar UMKM Berkempang dan Bisa Bersaing, Senator DPD RI Dapil Kepri Tegaskan Pelaku Usaha Penting Kuasi Teknologi
UMKM Sumbang Pertumbuhan Ekonomi, 94.600 Pelaku Usaha UMKM di Kepri Trintegrasi SIDT Nasional
Bersihkan Objek Wisata Pulau Penyengat, Dispar Kepri Gaungkan Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI
Penuhi Standar Internasional, Provinsi Kepri Satu-satunya di Indonesia Berhasil Ekspor Ayam Hidup ke Singapura
Police Goes To School, Dirlantas Polda Kepri Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Berkendara
Batam Jadi Rujukan Percepatan Pembangunan, Forkopimda Kabupaten Paser Kunker Pelajari Tata Kelola Pemerintah
Kampanyekan Gema Batam ASRI, Walikota Bersama Warga Goro Bersihkan Lingkungan di Kawasan Batam Kota
Pulau Penyengat Dinilai Miliki Peluang Jadi Model Ekonomi Oranye Berbasis Budaya Melayu