Pulau Penyengat Dinilai Miliki Peluang Jadi Model Ekonomi Oranye Berbasis Budaya Melayu

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Jumat, 8 Mei 2026 | 19:13 WIB
Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas RI, Uke Mohammad Hussein, foto bersama Peserta FGD. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang)
Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas RI, Uke Mohammad Hussein, foto bersama Peserta FGD. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang)

KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang dinilai berpeluang menjadi kawasan pengembangan ekonomi oranye berbasis budaya Melayu di Kepulauan Riau.

Pernyataan tersebut dilontarkan Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas RI, Uke Mohammad Hussein.

Saat itu ia hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang di Kantor Bappelitbang, Kamis 7 Mei 2026 kemarin.

Baca Juga: Kampanyekan Gema Batam ASRI, Walikota Bersama Warga Goro Bersihkan Lingkungan di Kawasan Batam Kota

Dikatakan Uke, bahwa Kepri memiliki kekuatan budaya dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara lebih optimal.

“Ekonomi oranye Kepri, termasuk Pulau Penyengat, cukup bagus. Jika dikelola dengan baik, Kepri bisa menjadi contoh,” kata Uke.

Namun, besarnya potensi aset sejarah dan budaya Pulau Penyengat dinilai belum sepenuhnya berdampak terhadap penguatan ekonomi wisata kawasan.

Baca Juga: Batam Jadi Rujukan Percepatan Pembangunan, Forkopimda Kabupaten Paser Kunker Pelajari Tata Kelola Pemerintah

Meski demikian, Uke mengapresiasi berbagai penataan kawasan budaya Pulau Penyengat yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah banyak kemajuan. Tinggal dicari ruang-ruang yang masih bisa diimprove supaya dampaknya lebih besar lagi,” ujarnya.

Ia menyebut Pulau Penyengat saat ini telah memiliki narasi budaya dan paket wisata yang baik.

Karena itu, promosi dan pemasaran wisata perlu diperkuat agar potensi sejarah dan budaya yang ada dapat memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.

Baca Juga: Police Goes To School, Dirlantas Polda Kepri Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Berkendara

“Sudah ada storytelling, sudah ada paket wisata, tinggal marketing-nya diperbesar,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X