Pulau Penyengat Dinilai Miliki Peluang Jadi Model Ekonomi Oranye Berbasis Budaya Melayu

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Jumat, 8 Mei 2026 | 19:13 WIB
Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas RI, Uke Mohammad Hussein, foto bersama Peserta FGD. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang)
Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas RI, Uke Mohammad Hussein, foto bersama Peserta FGD. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang)

Selain itu, Bappenas juga mendorong penguatan Destination Management Organization (DMO) untuk mendukung pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan.

“Perlu dibentuk DMO itu. Di situ ada pemerintah, private sector, dan komunitas masyarakat sehingga pengelolaan destinasi bisa lebih kuat,” jelasnya.

Baca Juga: Penuhi Standar Internasional, Provinsi Kepri Satu-satunya di Indonesia Berhasil Ekspor Ayam Hidup ke Singapura

Ia menambahkan, pihaknya juga ingin melibatkan Direktorat Pembangunan Indonesia Barat dalam pengembangan kawasan Pulau Penyengat.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Pemajuan Kebudayaan guna mendukung pengembangan kawasan berbasis budaya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Riono, mengatakan Pemerintah Kota Tanjungpinang terus memperkuat sektor budaya dan ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, Tanjungpinang tidak hanya memiliki wisata budaya Melayu dan religi Islam, tetapi juga beragam destinasi sejarah dan budaya lainnya.

Baca Juga: Bersihkan Objek Wisata Pulau Penyengat, Dispar Kepri Gaungkan Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI

“Kita bukan hanya punya Penyengat dan budaya Melayu identik Islam, tetapi juga punya kelenteng berusia lebih dari 300 tahun dan Patung Seribu,” ujarnya.

Selain sektor pariwisata, penguatan ekonomi kreatif juga didukung keberadaan UMKM lokal. Data Pemko Tanjungpinang mencatat jumlah usaha mikro pada 2025 mencapai 15.003 unit usaha yang didominasi sektor kuliner.

Riono juga mengapresiasi kunjungan Bappenas ke Kota Tanjungpinang yang diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah.

Baca Juga: UMKM Sumbang Pertumbuhan Ekonomi, 94.600 Pelaku Usaha UMKM di Kepri Trintegrasi SIDT Nasional

“Kita apresiasi kunjungan Bappenas ke Kota Tanjungpinang. Mudah-mudahan ini bisa membantu penguatan perekonomian daerah, khususnya melalui sektor budaya dan pariwisata,” tutupnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X