Sementara Kasatgaswil Kepulauan Riau Kombes Pol. Faisal Syahroni menjelaskan pola ancaman ekstremisme saat ini telah berubah.
Kelompok teror tidak lagi dominan dalam bentuk organisasi besar, melainkan berkembang menjadi sel kecil, jaringan longgar.
Baca Juga: Police Goes To School, Dirlantas Polda Kepri Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Berkendara
Hingga pelaku tunggal yang memanfaatkan ruang digital.
“Terorisme saat ini tidak lagi bergerak secara konvensional melalui organisasi besar.
Tetapi berkembang menjadi sel kecil, jaringan longgar, hingga lone wolf yang memanfaatkan ruang digital sebagai media penyebaran paham radikal,” jelasnya.
Perubahan pola tersebut membuat upaya pencegahan perlu diperkuat di tingkat lokal melalui peran pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia juga menambahkan paparan paham ekstremisme mulai menyasar anak dan remaja.
Dengan faktor pemicu seperti kondisi keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, perundungan, serta penggunaan gawai dan gim daring.
Sepanjang 2024 hingga April 2026, Satgaswil Kepulauan Riau mencatat 2.077 kegiatan pencegahan dan 380 kegiatan penguatan.
Termasuk kontra-narasi di media sosial.***
Artikel Terkait
Sinergi Jaga Kondusivitas Kepri, Kapolda Kepri Terima Audiensi Pengurus Cabang PMII
Warga Keluhkan Bau Busuk Ternak Ayam, Pemko Tanjungpinang Fasilitasi Mediasi Bersama Kelompok Ternak Jaya
Agar UMKM Berkempang dan Bisa Bersaing, Senator DPD RI Dapil Kepri Tegaskan Pelaku Usaha Penting Kuasi Teknologi
UMKM Sumbang Pertumbuhan Ekonomi, 94.600 Pelaku Usaha UMKM di Kepri Trintegrasi SIDT Nasional
Bersihkan Objek Wisata Pulau Penyengat, Dispar Kepri Gaungkan Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI
Penuhi Standar Internasional, Provinsi Kepri Satu-satunya di Indonesia Berhasil Ekspor Ayam Hidup ke Singapura
Police Goes To School, Dirlantas Polda Kepri Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Berkendara
Batam Jadi Rujukan Percepatan Pembangunan, Forkopimda Kabupaten Paser Kunker Pelajari Tata Kelola Pemerintah
Kampanyekan Gema Batam ASRI, Walikota Bersama Warga Goro Bersihkan Lingkungan di Kawasan Batam Kota
Pulau Penyengat Dinilai Miliki Peluang Jadi Model Ekonomi Oranye Berbasis Budaya Melayu