Ada banyak, dari 400 item sekian barang yang akan kami tawarkan mulai dari perhiasan, tas mewah, mobil sport di antaranya.
Di sisi lain, Kuntandi memastikan seluruh barang yang disita telah dikelola, dipelihara, dan dijaga nilai ekonomisnya dengan baik.
"Sehingga ketika kita jual ke masyarakat barang dalam keadaan baik dan pada akhirnya negara juga mendapatkan benefit yang dari nilai penjualannya dalam keadaan yang harga yang pantas," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Verifikasi Pembahruan Penerima Data Bansos, Pemko Tanjungpinang Integrasikan Penguna DTSEN dengan Program Bima Sakti Berbenah
Sikapi Konflik Geopolitik Global, Wagub Kepri Tegaskan Perlu Penguatan Kebijakan Sektor Pariwisata
Beredar Video Siswa Kelas 6 SD Terjatuh dari Lantai 3 Pasar Serangan Bali, Ketinggiannya Dilaporkan Capai 8 Meter
Diduga Efek Kunker Wapres Gibran, Menu MBG di SMA Nabire yang Semula Hanya Telur Berubah Jadi Rendang
Sebelum Demo Kaltim Ricuh, Momen Viral Orator Ingatkan agar Massa dan Polisi Tidak Saling Pukul: Jangan Mau Diadu Domba
Kronologi Driver Ojol di Bandung Ajak Anak Kelas 5 SD ke Kosannya, Berdalih Biar Gampang saat Mencarinya
Handuk Mandi hingga Keset Diam-diam Dimasukkan ke Koper, Viral Rombongan Turis India Gasak Barang Hotel di Ubud Bali
Pemasyarakatan Produktif, Strategi Kemenimipas Tekan Residivisme dan Dorong Ekonomi Inklusif Berbasis Restorative Justice
Usai Rismon Kantongi SP3, Eks Wakapolri Sebut Seharusnya Kasus Ijazah Jokowi Jerat Roy Suryo Sudah Selesai
Pemobil Avanza Berstiker ‘TNI AL’ Diduga Bikin Resah Penumpang TransJakarta, Bus Disetop Paksa Lalu 'Cekrek' Ambil Foto