Kendati demikian, kini ortu siswa di Pringsewu, Lampung itu memastikan permasalahan tersebut kini telah diselesaikan secara baik-baik.
Baca Juga: Masih Tahap Kajian Menyeluruh, Kadiskominfo Tegaskan Pemko Batam Belum Terapkan Kebijakan WFH
"Kedua belah pihak sudah saling menyampaikan uneg-uneg dan berakhir dengan saling memaafkan," tulis postingan tersebut.
SPPG Minta Maaf ke Ortu Siswa
Pada momen yang sama, tampak kedua pihak saling berpelukan dalam proses mediasi tersebut.
Pihak SPPG bersama tim distribusi juga datang langsung menemui ortu siswa, untuk meminta maaf atas menu ayam yang dinilai kurang layak.
Baca Juga: Kecamatan Sagulung Berhasil Raih Juara Umum MTQH XXXIV Tingkat Kota Batam
"Mereka menyampaikan bahwa hal tersebut di luar kendali dan bisa terjadi dalam proses memasak, namun tetap menjadi bahan evaluasi ke depannya," terang postingan serupa.
Di sisi lain, orang tua siswa tersebut juga mengakui bahwa sebagai seorang ibu sempat merasa emosi karena anaknya tidak jadi makan saat insiden terjadi.
"Ia pun menyadari mungkin ada penyampaian yang kurang tepat hingga menyinggung pihak lain," tambahnya.
Kedua pihak juga berharap ke depan dapat lebih bijak, terlebih dalam menyampaikan kritik maupun dalam menanggapi masukan ihwal pelaksanaan program MBG di Pringsewu, Lampung tersebut.***
Artikel Terkait
Dapur MBG Ciptakan Rantai Ekonomi Lokal di NTT: IRT Dapat Kerja, Panen Petani Terserap
Petani NTT Bersyukur, 3.000 Pohon Buncis Terserap Semua Berkat MBG
Seskab Teddy Tegaskan Pelaksanaan MBG Tidak Mengganggu Program dan Anggaran Pendidikan
BGN Tutup Sementara 62 SPPG, Gegara Langgar Aturan Tidak Sesuai Menu MBG
Alami Mual dan Muntah, Puluhan Siswa di Pacitan Diduga Keracunan Konsumsi Makanan Program MBG