Sekda Kota Batam Nilai Penurunan Stunting Dibutuhkan Kerjasama Terencana dan Berkelanjutan

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 24 Desember 2025 | 19:03 WIB
Sekda Kota Batam Firmansyah saat memimpin Rapat atau Rembuk Stunting Kota Batam digelar di Kantor Walikota Batam. (Foto:Diskominfo Batam)
Sekda Kota Batam Firmansyah saat memimpin Rapat atau Rembuk Stunting Kota Batam digelar di Kantor Walikota Batam. (Foto:Diskominfo Batam)

KLIKREAD.COM, Batam - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menilai penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsia.

Melainkan membutuhkan kerja bersama yang terencana dan berkelanjutan demi mewujudkan generasi Batam yang sehat, unggul, dan berkualitas.

Penilaian tersebut disampaikan Firmansyah saat mewakili Wakil Walikota Batam sekaligus Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS), Li Claudia Chandra, saat memipin Rapat Percepatan Penurunan Stunting.

Baca Juga: Sipropam Polresta Barelang Awasi Piket Pelayanan, Pastikan Pelayanan Prima

Rapat atau Rembuk Stunting Kota Batam digelar di Kantor Walikota Batam, Rabu 24 Desember 2025.

Firmansyah menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat.

Hal ini guna menyukseskan program percepatan penurunan stunting di Kota Batam.

“Melalui rembuk stunting ini, saya berharap seluruh perangkat daerah dapat menyusun perencanaan yang matang serta menghitung kebutuhan anggaran secara tepat untuk pencegahan stunting.

Baca Juga: PLN Batam Siap Jaga Keandalan Listrik Nataru, Ombudsman Kepri Apresiasi

Apabila terdapat keterbatasan anggaran, kita dapat melibatkan dunia usaha melalui Program Bapak Asuh.

Tujuannya agar prevalensi stunting di Kota Batam terus menurun,” ujar Firmansyah.

Secara kuantitatif, upaya percepatan penurunan stunting di Kota Batam menunjukkan tren yang positif.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batam, prevalensi stunting pada tahun 2024 tercatat menurun signifikan hingga mencapai 1,28 persen.

Selain itu, Firmansyah juga meminta para camat dan lurah untuk mengoptimalkan kegiatan posyandu dengan pendekatan yang lebih kreatif dan edukatif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X