Baca Juga: Warga Antusias Saksikan Ajang Batam International Sea Eagle Boat Race di Belakangpadang
Bantuan Presiden juga telah tiba berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan bahan makanan siap konsumsi untuk mendukung percepatan penanganan darurat.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, kementerian/lembaga terkait, serta relawan untuk percepatan penanganan darurat, pemulihan akses, distribusi logistik, dan pencarian korban.
Informasi lanjutan akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.
Operasi Modifikasi Cuaca Serentak
Baca Juga: Untuk Keamanan dan Kenyamanan Berkendara, Perlu Pahami Teknologi Terbaru pada Kendaraan Modern
Sebagai respons terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi yang kini tengah dihadapi oleh Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, BNPB memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara serentak.
Operasi lintas kementerian dan lembaga ini berfungsi sebagai dukungan mitigasi dan penanganan darurat dengan tujuan utama mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana melalui rekayasa pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman.
“Kami melaksanakan OMC di masing-masing provinsi,” jelas Suharyanto.
Di Aceh, OMC baru resmi dimulai hari ini, Jumat, 28 November 2025 menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda.
Baca Juga: Rutin Periksa Kondisi Ban untuk Keamanan dan Efisiensi Biaya Perawatan
Sementara itu, di Sumatera Utara, operasi telah dimulai lebih awal pada Kamis, 27 November 2025 dari Posko Bandara Kualanamu, di mana hingga saat ini telah diselesaikan empat sortie penerbangan dengan total 3.200 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).
Adapun operasi di Sumatera Barat dijadwalkan akan mulai beroperasi besok, Sabtu, 29 November 2025 dengan mengerahkan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau.
Intervensi Modifikasi Cuaca ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi darurat terkini, di mana intensitas hujan ekstrem telah memicu banjir meluas di wilayah Aceh, meningkatkan ancaman longsor dan banjir bandang di sebagian besar Sumatera Utara, serta menimbulkan dampak serius pada infrastruktur dan pemukiman di Sumatera Barat.
Baca Juga: Warga Antusias Saksikan Ajang Batam International Sea Eagle Boat Race di Belakangpadang
Artikel Terkait
Viral, Patung Soekarno di Indramayu Rusak Tertimpa Tenda
Rizki Nurfadilah Diduga Jadi Korban TPPO dengan Modus Tawaran Menjadi Pemain Sepak Bola
Erupsi Gunung Semeru, 3 Warga Luka Bakar, Ratusan Ternak Mati
Viral Pesawat Jatuh di Pesawahan di Karawang Jawa Barat, Begini Kondisinya
Hotman Paris Tidak Lagi Jadi Kuasa Hukum Nadiem Makarim, Ini Alasannya
Terobosan Prabowo di 2026, Sekolah Bisa Ajukan Perbaikan secara Online ke Pemerintah
Kakek 89 Tahun Dapat Becak Listrik dari Prabowo, Lansia Tetap Berdaya
Momen Anak SD di Pulau Terpencil Riau Antusias Sambut Kedatangan Perdana Makan Bergizi Gratis
Tim Damkar Kabupaten Bogor Evakuasi Tikus Besar yang Masuk dalam Rumah Warga
Rianto Resmi Pimpin JMSI Sumut: Fokus SDM dan Kolaborasi Media