Dia yakin, prinsip kehati-hatian dalam memastikan data dari BPJS Ketenagakerjaan itu sesuai dengan kriteria yang memang sudah ditetapkan.
Baca Juga: Ustadz Khalid Basalamah Dimintai Keterangannya oleh Pihak KPK
“Sehingga kalau ditanya kapan cair? Ada dua isu tadi.
Kami sangat berhati-hati dalam memastikan penerima data dan kedua tentu administrasi keuangan.
Karena anggarannya itu adalah sesuatu yang belum kita rencanakan sejak awal tahun,” paparnya.
Hal ini pula yang menyebabkan kegagalan belum bisa memberikan target pasti kapan penyaluran BSU 2025 rampung.
Baca Juga: Kulit Jokowi Melepuh Bantah Penyakit SJS, di Klaim Alergi Usai Pulang dari Vatikan
Mengingat, dari total sekitar 17,3 juta pekerja/buruh penerima BSU, baru sekitar 2,4 juta pekerja/buruh yang sudah cair di rekeningnya.
Lebih lanjut, Menaker kembali menyampaikan bahwa, BSU 2025 ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam menjaga daya beli pekerja/buruh guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sehingga, sekaligus dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
BSU 2025 diberikan sebesar Rp 300 ribu per bulan selama dua bulan, yang pelaksanaannya sekaligus.
Dengan demikian, setiap pekerja/buruh akan menerima total sebesar Rp 600 ribu.***
Artikel Terkait
Pesawat Saudia Airlines Dua Kali Mendapat Ancaman Bom
Jokowi Mendapat Bunga Anggrek Warna Ungu dari Prabowo
KPK Sudah Tetapkan Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Gratifikasi MPR
Hasil Evakuasi WNI di Tengah Perang Iran dengan Israel, Pemerintah Pastikan Besok 29 WNI Tiba di Jakarta
Nadiem Makarim Penuhi Panggilan jadi Saksi Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook Rp9,9 Triliun di Kemendikbudristek
Kulit Jokowi Melepuh Bantah Penyakit SJS, di Klaim Alergi Usai Pulang dari Vatikan
Ustadz Khalid Basalamah Dimintai Keterangannya oleh Pihak KPK
Presiden Prabowo Panggil Menteri, Bahas Kondisi Global dan Strategi Nasional untuk Indonesia
Prabowo: Kemandirian Bangsa Dimulai dari Pendidikan Berkelas Dunia
Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Desa lewat Koperasi Merah Putih