Kulit Jokowi Melepuh Bantah Penyakit SJS, di Klaim Alergi Usai Pulang dari Vatikan

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 23 Juni 2025 | 17:42 WIB
ndisi kesehatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi perhatian publik, dituding alami Sindrom Stevens-Johnson (SJS). (Istimewa).
ndisi kesehatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi perhatian publik, dituding alami Sindrom Stevens-Johnson (SJS). (Istimewa).

KLIKREAD.COM, Solo - Ajudan Mantan Presiden RI ke 7, Joko Widodo (Jokowi), Kompol Syarif Fitriansyah, membantah bahwa Jokowi tidak berpotensi mengidap Sindrom Stevens-Johnson (SJS).

Melainkan hanya mengalami reaksi alergi kulit biasa sepulang dari Vatikan, beberapa waktu lalu.

Sementara kondisi kesehatan Jokowi tengah menjadi perhatian publik.

Baca Juga: Nadiem Makarim Penuhi Panggilan jadi Saksi Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook Rp9,9 Triliun di Kemendikbudristek

Penampilan fisik Jokowi di belakangan terlihat berbeda, terutama setelah munculnya ruam-ruam yang mencolok pada kulitnya.

Perubahan fisik tersebut menimbulkan spekulasi di kalangan warganet bahwa Jokowi mungkin mengidap Sindrom Stevens-Johnson (SJS).

Yakni sebuah penyakit kulit langka yang dapat menyebabkan ruam parah, melepuh, bahkan pengelupasan kulit.

Baca Juga: Hasil Evakuasi WNI di Tengah Perang Iran dengan Israel, Pemerintah Pastikan Besok 29 WNI Tiba di Jakarta

Dugaan itu semakin santer ketika kondisi kulit Jokowi tampak belum membaik saat dirinya mengadakan acara syukuran ulang tahun ke-64 di kediamannya, Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu 21 Juni 2025.

“Tidak benar, Bapak (Jokowi) saat ini sedang pemulihan dari alergi kulit setelah pulang dari Vatikan,” ujar Kompol Syarif sebagaimana dikutip dari jawapos.com, Senin 22 Juni 2025.

Meski begitu, spekulasi publik tidak serta-merta meredam.

Baca Juga: KPK Sudah Tetapkan Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Gratifikasi MPR

Penampakan ruam yang masih cukup jelas pada tubuh Jokowi yang terlihat saat ulang tahun menimbulkan kekhawatiran.

Bahwa kondisi tersebut bisa jadi lebih serius, dari yang disampaikan pihak keluarga dan ajudan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X