KLIKREAD.COM-Kasus keracunan satu keluarga di Bekasi ternyata bukan hanya racun biasa. Layaknya sebuah film drama pembunuhan berantai, ternyata para pelaku sudah membuat perencanaan matang sebelum membunuh para korbannya.
Setelah diselidiki oleh polisi dari keterangan berbagai saksi dan bukti, empat dari lima orang yang keracunan dan menyebabkan tiga orang tewas diantaranya, Ai Maemunah (40 tahun), M. Ridwan Abdul Muiz (18), dan M. Ruswandi (15), adalah korban kasus pembunuhan berencana yang di dasari motif membungkam para saksi pembunuhan.
Polisi telah menangkap tiga orang yang dianggap ikut serta dalam meracuni keluarga di Bekasi ini, diantaranya Wowon Erawan suami korban (60), Solihin alias Dulloh (60), serta M Dede Solehuddin (salah satu korban keracunan).
Berdasarkan pengembangan kasus ini, ketiga pelaku ternyata pernah melakukan pembunuhan lain yang totalnya berjumlah sembilan orang, di tempat yang berbeda.
Selain tiga korban keracunan di Bekasi, pembunuhan keenam korban lainnya tidak terjadi secara bersamaan dan terjadi di tempat yang berbeda diantaranya, tiga korban dikubur di rumah mereka [di Cianjur], satu korban dikubur di rumah kontrakan di Desa Kertajaya, [Cianjur], satu korban dibuang ke laut dan satu lagi masih dalam pencarian.
Untuk keenam korban lainnya, diketahui bahwa motif ketiga pelaku ini adalah penipuan hal-hal gaib, seperti dapat menggandakan harta atau membuat para pelaku dan korban menjadi kaya dengan syarat-syarat tertentu.
Setelah para pelaku mendapatkan apa yang mereka mau, ketiga pelaku pun membunuh para korbannya dengan alasan tumbal.
Kejahatan tiga pelaku ini pun diketahui oleh istri salah satu pelaku, yang baru saja dinikahi.
Baca Juga: TETEP SERU! Main Games Tantangan Harian Shopee Tebak Kata dengan Kunci Jawaban Teks PENOLAK
Dengan alasan perjuangan, pelaku pun tega meracuni salah satu istri pelaku dan anak-anaknya agar kasus mereka sebelumnya tidak terbongkar, bahkan salah satu pelaku ikut meminum racun dan tetap tinggal bersama para korban untuk memastikan para target pembunuhan benar-benar tewas.
“Keluarga dekat ini dianggap berbahaya karena dianggap mengetahui bahwa dia melakukan tindak pidana lain, dalam pembunuhan dan penipuan kepada korban-korban lainnya,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dikutip dari PMJNews (20/1/23).
Baca Juga: Hanya di Sini Ada Banyak Kumpulan Soal soal TPS untuk Persiapan UTBK SNBT 2023, Buruan Download
Artikel Terkait
Pelaku Pembunuhan Wanita Open BO di Sidoarjo Ditangkap, Motifnya Kesal Karena Tarif Tak Sesuai Perjanjian Awal
Sidang Lanjutan Pembunuhan Brigadir J dengan Terdakwa Sambo-Putri Digelar Hari Ini, Agenda Pembacaan BAP Saksi
Sidang Perintangan Penyidikan dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J Hari Ini, Hadirkan Saksi Ahli dan Mahkota
Pembunuhan Berantai! Kasus Keracunan Sekeluarga di Bekasi, Korban Tewas 9 Orang, Salah satunya Dibuang di Laut
Terungkap! Begini Motif Pelaku Pembunuhan Berantai Kasus Keracunan Sekeluarga di Bekasi yang Tewaskan 9 Orang