Baca Juga: Prabowo Pidato Penuh Semangat di Parlemen Turki, Suarakan Dukungan ke Palestina
Selain membalas AS dengan memberlakukan tarif 125 persen terhadap impor barang-barang asal AS, Beijing juga membatasi ekspor mineral penting dan memasukkan beberapa perusahaan AS ke dalam daftar hitam.
Langkah itu tentu membatasi ruang gerak kerja sama perusahaan asal AS dengan perusahaan Tiongkok.
Dalam suasana perang tarif, Presiden Tiongkok Xi Jinping tengah melakukan safari ke beberapa negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, dan Kamboja.
Xi menyerukan kerja sama untuk menentang tarif dan penindasan sepihak dalam pertemuan tersebut.
Indonesia kini termasuk negara yang masih melakukan negosiasi dengan AS.***
Artikel Terkait
Korban Meninggal Akibat Gempa di Turki Melonjak, Prediksi WHO: Jumlahnya Bakal Capai 20 Ribu Jiwa
Terungkap! Sejarah Gempa Turki 20 Tahun Terakhir, Berskala Lebih Dari 6,0 Magnitudo dan Banyak Makan Korban
Viral di Instagram! Patung Yesus Kristus di Brasil Tersambar Petir, Netizen: Terima Kasih Telah Berbagi!
Tak Ingin Kalah Kaya dari Pemilik Twitter Elon Musk, Mark Zuckerberg Akan Pasang Fitur Berbayar di Instagram
Bikin Geger! Model Cantik Asal Hong Kong Tewas Mengenaskan, Tubuh Dimutilasi dan Dijadikan Sup
Jambore Dunia Pramuka di Korsel Berakhir Dini, begini Pengakuan Peserta dari Indonesia
Universitas Muhammadiyah Tangerang Gelar Kerjasama Internasional dengan Hankuk University Korea Selatan Yaitu Workshop Mahasiswa Prodi Malay-Indonesia
Prabowo Pidato Penuh Semangat di Parlemen Turki, Suarakan Dukungan ke Palestina
Prabowo Pidato di Turki: Sekarang Terjadi Penindasan Bangsa Besar ke Bangsa Lemah!
Prabowo Ungkap Kekaguman terhadap Sejarah Turki, Sebut Ataturk dan Mehmed II