Lantas bagaimana Fontaine bisa mencetak 13 gol dalam enam pertandingan?
Dia membuka kran golnya dengan hat-trick di pertandingan pertama Prancis melawan Paraguay; pada saat fase grup berakhir, Just Fontaine sudah mencetak enam gol.
Just Fontaine yang saat Piala Dunia 1958 berusia 24 tahun itu menambah dua gol lagi saat melawan Irlandia Utara di perempat final dan kemudian mencetak gol dalam kekalahan 5-2 mereka atas Brasil di semifinal.
Baca Juga: Hand of God Maradona, Gol 'hantu' Lampard dan 4 Kontroversi Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Pemain Prancis dengan nomor punggung 17 itu terbukti masih moncer dan menjadi mimpi buruk buat kiper Jerman Barat, Heinz Kwiatkowski. Just Fontaine mencetak empat gol ke gawang Jerman dalam perebutan tempat ketiga. Dengan tambahan empat gol itu ia menambah jumlah golnya menjadi 13.
Ada cerita unik mengenai sepatu bola yang ia gunakan saat itu. Sepatu bola itu ia pinjam dari penyerang cadangan Prancis, Stephane Bruey. Hal ini dikarenakan sepatu bola Fontaine sendiri sudah usang.
Baca Juga: Ada Nama Indonesia Dalam Tujuh Rekor Piala Dunia yang Sulit Dipecahkan Dalam Waktu Dekat
Fontaine kemudian menambahkan: "Saya ingin memberi tahu orang-orang bahwa beberapa tujuan saya terinspirasi dengan menggabungkan dua semangat di dalam sepatu yang sama."
Dia kemudian dipaksa pensiun karena cedera kaki dua kali patah pada usia 28 tahun. Usia yang masih muda untuk pemain sepakbola. Gara-gara patah kaki itulah ia mengakhiri karir sepakbolanya yang gemilang pada tahun 1962.***
Artikel Terkait
Lionel Messi Merasa Gugup Menjelang Dimulainya Piala Dunia 2022 di Qatar
Kabar Buruk, Lionel Messi Cedera 'Radang' Achilles Dua Minggu Menjelang Piala Dunia 2022 Qatar
TERUNGKAP! Sepatu Lionel Messi Khusus Piala Dunia 2022 Qatar, Adidas Memberi Sentuhan Emas
Gerard Pique, Bek Tengah Barcelona Resmi Pensiun dan Tidak Akan Menuntut Sisa Tunggakan Gaji ke Barcelona
Ruben Dias: Kunci Portugal Juara Piala Dunia 2022 Adalah Kerjasama dan Koneksi Tim yang Baik