Baca Juga: Grup B Piala Dunia 2022 Qatar, Grup Yang Sarat Permusuhan Politik
Selama turnamen, Puskas dan Kocsis, mencetak 15 dari 27 gol yang dihasilkan oleh anak asuh Sebes selama Piala Dunia di Swiss tahun 1954.
Namun semua itu seolah-olah tak berarti apa-apa jika pulang tidak membawa trofi Jules Rimet saat itu.
Hungaria memang berhasil masuk final tanpa cela, namun karena tanpa cela tersebut, mereka mendapatkan off day mereka di partai puncak. Jerman Barat yang pada fase grup mereka kalahkan 8-2, berhasil membalikkan keadaan dan menang Piala Dunia pertama mereka dengan skor 3-2.
Baca Juga: Harapan Besar Korea Selatan Terhadap Son Heung-min Dalam Piala Dunia 2022 Qatar
Puskas dan Kocsis tanpa daya melawan Jerman Barat, entah kenapa cerita dongeng The Mighty Magyars tak pernah happy ending. Bahkan hingga sekarang Hungaria tidak pernah lagi tampil di level tertinggi sepakbola dunia.
FIFA sendiri untuk menghormati Ferenc Puskas, menamakan salah satu penghargaan FIFA untuk gol terbaik dalam satu musim, dengan nama Puskas Award.
Baca Juga: Dianggap Mendukung Perang, Shakhtar Donetsk Mendesak FIFA Hapus Iran dari Piala Dunia 2022 Qatar
Cerita tiga kegagalan besar dalam sejarah Piala Dunia akan selalu dikenang oleh penggemar sepakbola. Sepakbola sudah banyak yang berubah jika kita bicara turnamen singkat seperti Piala Dunia 2022 di Qatar nanti. Pragmatisme memang lebih menguntungkan daripada bermain apik tapi tidak mengangkat trofi juara pada akhirnya.***
Artikel Terkait
BCA Research, Messi Mengangkat Trofi dan Ronaldo Menangis Kembali
Timnas Belanda Diterpa Kabar Buruk Menjelang Piala Dunia 2022, Matthijs de Ligt Cedera Beberapa Pekan!
Video Kompilasi Aksi-aksi Messi Selama Bulan Oktober Viral, Messi Siap Menangkan Piala Dunia 2022
Grup C Piala Dunia 2022, Pertemuan Pertama Messi dan Lewandowski di Ajang Piala Dunia
Profil Tim Tango Argentina, Mencari Penebusan Kegagalan di 2014 dan 2018