Tiga Kegagalan Besar Dalam Sejarah Piala Dunia, Belanda 1974, Brasil 1982, dan Hungaria 1954

photo author
Khairul, Klik Read
- Senin, 31 Oktober 2022 | 16:18 WIB
The Mighty Magyars, Johan Cruyf, dan Zico, bukti tak selamanya bermain indah akan menghasilkan piala. Tiga kegagalan besar dalam sejarah Piala Dunia, 1954, 1974, dan 1982 (istimewa)
The Mighty Magyars, Johan Cruyf, dan Zico, bukti tak selamanya bermain indah akan menghasilkan piala. Tiga kegagalan besar dalam sejarah Piala Dunia, 1954, 1974, dan 1982 (istimewa)

Baca Juga: Luka Modric Jadi Tumpuan Timnas Kroasia, Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar Fase Grup F

Kedigdayaan Brasil bisa dilihat dari hampir semua pemain gelandang dan penyerang mereka bergantian mencetak gol. 

Jogo Bonito yang indah dan menghibur itu akhirnya tak mampu menjebol sistem Cattenacio atau sistem grendel ala Italia 1982 untuk masuk ke semifinal.

Sepanjang pertandingan 90 menit Italia bermain cerdas dengan memasang enam pemain didepan kotak penalti, dan mengandalkan serangan balik dengan mengandalkan kelihaian Paolo Rossi untuk mencari celah di lini belakang Brasil yang selalu naik menyerang.

Baca Juga: Tunisia Terancam Dicoret dari Piala Dunia 2022 Qatar Akibat Ancaman Sanksi dari FIFA

Sistem grendel ciptaan Enzo Berzoat sangat efektif mematikan pergerakan indah Brasil dengan Zico. Brasil frutasi dengan sistem grendel ini, bahkan mereka harus bermain dengan kenyataan bahwa jogo bonito mereka punya antitesis.

Pada akhirnya Rossi mencetak hattrick nya pada pertandingan yang menentukan untuk lolos ke semifinal. Hattrick ini membawa Italia unggul atas Brasil dengan skor 3-2.

Baca Juga: Starting XI Pemain-pemain Tua di Piala Dunia 2022 Qatar, Ada Ronaldo, Suarez, dan Modric

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Socrates, Zico, dan kawan-kawan. Jogo bonito yang digadang-gadang akan juara dengan mudah ternyata kandas di tangan Italia yang tidak diunggulkan dan opurtunis.

The Mighty Magyars 1954: Masa Keemasan Sepakbola Hungaria

Tim Hungaria tahun 1954 ibarat sebuah dongeng, dimana mereka menjadi raja dalam sepakbola. Tak ada tim yang mampu menandingi 'kebuasan' mereka di lapangan hijau. 

Dua orang Hungaria yang menyihir dunia saat itu adalah Ferenc Puskas dan Sandor Kocsis, mereka berdua mendominasi piala dunia selama fase grup. Bahkan saat fase grup mereka mengalahkan Jerman Barat dengan skor 8-2. 

Baca Juga: Trofi Piala Dunia Dibuat Seniman Asal Italia Dengan Berat 6 Kilogram Emas

Pada periode 195-1956, The Mighty Magyars dengan Puskas (Real Madrid) dan Kocsis (Barcelona) membuat rekor 42 pertandingan tanpa kekalahan. Dengan pelatih Gustav Sebes, Hungaria menampilkan total football pertama sebelum Belanda membawanya kembali ke lapangan hijau tahun 1970an. 

Sebes menerjemahkan filosofi pertandingan dengan konsep siapapun bisa bertahan siapapun bisa menyerang. Dengan cara seperti itu, tidak ada pemain yang berdiam diri, semua bergerak menutup ruang gerak lawan sewaktu mereka mulai membangun serangan di daerahnya sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Belanda Bangkit, Taklukkan Norwegia 2-1

Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:41 WIB

Cristian Romero Diburu Tiga Raksasa Spanyol

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:06 WIB

Marc Marquez Kesal, Emosi Meledak di Brasil

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:58 WIB

Ducati Yakin Gresini Tetap Bertahan di MotoGP

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:15 WIB
X