KLIKREAD.COM, Jabar - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat berhasil mengidentifikasi sebanyak 80 jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kabid Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Polda Jabar Kombes Iwansyah mengatakan hingga saat ini pos DVI telah menerima sebanyak 99 kantong jenazah dari tim SAR gabungan.
“Seluruh jenazah yang belum teridentifikasi dibawa ke RS Sartika Asih dan ditempatkan di lemari pendingin berbentuk kontainer,” ujar Kombes Iwansyah, Selasa 10 Februari 2026.
Baca Juga: Sukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun, Kemendikdasmen Siap Bangun 1 TK dalam 1 Desa
Ia menjelaskan proses identifikasi tidak dapat dipastikan selesai dalam waktu singkat karena sangat bergantung pada kecocokan data pembanding DNA dari pihak keluarga korban.
“Kalau dari laboratorium DNA Polri sudah ada pembandingnya, kita langsung bandingkan kecocokan antara pelapor dengan korban," ucapnya.
Menurut Kombes Iwansyah, sejak awal keluarga korban yang melapor telah diminta menyerahkan sampel DNA untuk mempercepat proses pencocokan.
Setiap temuan baru dari lokasi bencana juga akan langsung diperiksa tanpa menunggu operasi pencarian selesai.
Baca Juga: Menkes Ajak Pekerja Lakukan Rutin Cek Kesehatan Melalui Program CKG
Selain itu, tim DVI menghadapi tantangan karena tidak semua kantong jenazah berisi tubuh korban secara utuh.
Beberapa di antaranya hanya berupa potongan bagian tubuh.
“Dari 15 kantong jenazah yang masih diperiksa, ada dua yang berisi kulit kaki dan kulit tangan. Mudah-mudahan bisa teridentifikasi,” katanya.
Baca Juga: Gubernur DKI Jakarta Berharap Konser BTS Bisa Digelar di JIS
Kombes Iwansyah menambahkan, terdapat kemungkinan bagian tubuh tersebut tidak berkaitan dengan laporan orang hilang sehingga pencocokan DNA membutuhkan waktu lebih lama.