Menurutnya, capaian tersebut tercermin dari struktur APBD Kota Batam yang semakin sehat. Pada 2024, realisasi PAD mencapai Rp2,36 triliun dari total APBD Rp3,96 triliun atau sebesar 59,9 persen.
Sementara pada 2025, PAD meningkat menjadi Rp2,58 triliun dari total APBD Rp4,29 triliun atau setara 60,3 persen.
Amsakar mengatakan, keberhasilan tersebut sejalan dengan membaiknya indikator makroekonomi Kota Batam pada 2026.
Mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan realisasi investasi, hingga penurunan angka kemiskinan.
“Data makroekonomi ini menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan kita berada pada jalur yang tepat.
Ketika investasi tumbuh dan kemiskinan menurun, berarti pengelolaan keuangan daerah berjalan secara transparan dan akuntabel,” katanya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pajak yang dibayarkan masyarakat, Pemko Batam bersama BP Batam berkomitmen mengembalikan manfaatnya melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, jaminan sosial.
Serta beasiswa yang dapat diakses masyarakat secara luas.***
Artikel Terkait
Minat Siswa Lebih Condong ke SMK, Disdik Kepri Siapkan Penambahan dan Perubahan Sekolah
Pemusnahan Barang Bukti Narkoba: Bukti Komitmen Wujudkan Kepri Bersih Narkotika
Walikota Lis Tegaskan Disiplin Fondasi Utama Bangun Pelayanan Publik Berkualitas
Wali Kota Jenguk Korban Penganiayaan dan Kecelakaan, Pastikan Perhatian dan Masa Depan Terjaga
Pencurian Fasilitas Umum Makin Marak, Polda Kepri Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Cari Solusi Lindungi Aset Publik
Persidangan Sosek Malindo Dinilai Gubernur Kepri Pererat Hubungan Kerja Sama Lintas Negara di Wilayah Perbatasan
Masuk Tahap Survai Topografi, 82 Kawasan Pesisir di Kepri Diusulkan Sebagai Kampung Nelayan Merah Putih
Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel, Pemprov Kepri Raih Opini WTP Ke-16
TP PKK Kepri Serahkan Bantuan Sembako pada 500 Warga Terserang Malaria di Kampung Tanjungsebauk
Dinilai Bisa Gerakan Roda Perekonomian, Pemko Batam Ajak Masyarakat Ikut Meriahkan Nobar Piala Dunia FIFA 2026