Persidangan Sosek Malindo Dinilai Gubernur Kepri Pererat Hubungan Kerja Sama Lintas Negara di Wilayah Perbatasan

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Selasa, 23 Juni 2026 | 18:16 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad, memukul gong membuka Persidangan Sosek Malindo ke-22 yang diselenggarakan di Wyndham Panbil Hotel, Batam. (Foto:BIRO ADPIM KEPRI)
Gubernur Kepri Ansar Ahmad, memukul gong membuka Persidangan Sosek Malindo ke-22 yang diselenggarakan di Wyndham Panbil Hotel, Batam. (Foto:BIRO ADPIM KEPRI)

KLIKREAD.COM, Kepri - Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menilai Persidangan Tim Teknik dan Kelompok Kerja Pembangunan Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan kerja sama lintas negara, khususnya di wilayah perbatasan.

Penilain tersebut saat Gubernur Ansar membuka Persidangan Sosek Melindo ke-22 Tahun 2026 berlangsung di Wyndham Panbil Hotel, Batam, Senin 22 Juni 2026.

Forum bilateral yang digelar pada 22–25 Juni 2026 tersebut, mempertemukan para pemangku kepentingan dari Provinsi Kepri, Provinsi Riau, Negeri Johor, dan Negeri Melaka.

Baca Juga: Pencurian Fasilitas Umum Makin Marak, Polda Kepri Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Cari Solusi Lindungi Aset Publik

Hal ini guna memperkuat kerja sama pembangunan sosial ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan kedua negara.

Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Delegasi Riau, Delegasi Kepulauan Riau, Delegasi Negeri Johor dan Delegasi Malaka serta tamu lainnya.

"Pertemuan ini sangat penting karena menghadirkan para pemangku kepentingan dari Johor, Melaka, Riau, dan Kepulauan Riau.

Melalui forum ini, berbagai bentuk kerja sama dapat terus diperkuat sehingga wilayah perbatasan dapat tumbuh, maju, dan berkembang di masa mendatang," ujar Ansar.

Baca Juga: Wali Kota Jenguk Korban Penganiayaan dan Kecelakaan, Pastikan Perhatian dan Masa Depan Terjaga

Pada kesempatan tersebut, Ansar juga memperkenalkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai provinsi kepulauan yang memiliki 2.028 pulau, dengan 394 pulau berpenghuni.

Kepri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Kamboja.

Menurut Ansar, letak geografis Kepri yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadikan daerah ini memiliki peran penting dalam perdagangan dunia.

"Setiap tahun lebih dari 80 ribu kapal melintasi Selat Malaka dan sekitar 70 juta kontainer bergerak melalui jalur perdagangan internasional ini.

Baca Juga: Pemusnahan Barang Bukti Narkoba: Bukti Komitmen Wujudkan Kepri Bersih Narkotika

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X