Dedi menyebut, temuan benda asing itu pertama kali ditemukan sepulang melaut bersama teman - temannya.
Baca Juga: Aktivitas Bongkar Muat Kapal Peti Kemas di Batam pada Triwulan I Tahun 2026 Meningkat 12%
Menurutnya ada tiga kapal nelayan yang melintas di laut perbatasan antara Natuna dan Anambas.
"Dekat laut natuna dan Anambas, yang temukan kawan aku. Kan ada tiga kapal pulang dari melaut," ujarnya.
Dedi mengatakan nelayan yang menemukan puing itu tak membawanya ke daratan, dan diputuskan tetap ditinggal di laut.
Baca Juga: Kemudahan Administrasi Keputusan DayOne Ekspansi Berinvestasi Data Centre Hyperscale di Kota Batam
Pasalnya, kata dia, benda asing itu tak bis diangkut menggunakan kapal nelayan tersebut.
" Ini ada bangkai pesawat [diduga] dari China, jatuh dan sepertinya dia terbakar," ucapnya.***
Artikel Terkait
Polda Kepri Tetapkan 4 Anggota Tersangka Kasus Penganiayaan Yang Mengakibatkan Meninggalnya Bribda NS
Perkaya Pengetahuan Umum Kader, Tim Penggerak Posyandu Tanjungpinang Gelar Cerdas Cermat
Penyelundupan PMI Digagalkan, 2 Tersangka Terancam 10 Tahun Bui
Pemko Batam Berlakukan ASN Kerja di Rumah Setiap Jumat, Walikota Tegaskan Layanan Masyarakat Tetap Prioritas
Batam Jadi Destinasi Utama Investasi Digital di Asia Tenggara, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne
Kemudahan Administrasi Keputusan DayOne Ekspansi Berinvestasi Data Centre Hyperscale di Kota Batam
Aktivitas Bongkar Muat Kapal Peti Kemas di Batam pada Triwulan I Tahun 2026 Meningkat 12%
Ketertiban dan kondusivitas Ditegaskan Walikota Batam Fondasi Utama Pertumbuhan Ekonomi
Walikota Batam Beri Penghargaan Tiga Perusahaan Dinilai Kepatuhan Pembayaran Pajak
Walikota Batam Tegaskan, Bulan Panutan PBB-P2 2026 Momentum Pemerintah Beri Keteladanan Membangun Budaya Taat Pajak