Transformasi tersebut mencakup penataan ulang titik pembuangan sampah menuju konsep tanpa tempat penampungan sementara (TPS) terbuka, pengendalian sampah liar, serta digitalisasi sistem pemantauan dan pengawasan.
Ke depan, TPS terbuka direncanakan ditutup dan dialihkan ke sistem bak komunal yang lebih tertata. Langkah ini juga disertai rehabilitasi titik pembuangan yang tidak layak.
Pengembangan zona baru di TPA Punggur turut menjadi bagian dari upaya penguatan infrastruktur persampahan di Batam.
Baca Juga: Momentum Halal Bihalal, Polsek Bulang Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Pulau Buluh
Li Claudia juga menekankan pentingnya kejelasan aspek pembiayaan, termasuk perhitungan potensi pendapatan serta skema pembagian hasil antara pemerintah dan pihak swasta yang harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Ia berharap Batam dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus menyelesaikannya dengan baik agar memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang,” tutupnya. ***
Artikel Terkait
Lapas Umum Tanjungpinang Ikuti Halal Bihalal Virtual Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Kapolda Kepri Pimpin Penandatanganan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A 2026 di Polresta Barelang
Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu, Pemko Batam dapat Apresiasi BPK Kepri
Gubernur Kepri Serahkan Laporan Keuangan Unaudited Tahun 2025 ke BPK
Tinjau Pelabuhan Internasional Batam Center dan Harbour Bay, Amsakar - Li Claudia Komitmen Benahi Kualitas Layanan Penumpang
Antisipasi Panic Buying, Polsek Sekupang dan Batu Ampar Intensifkan Pemantauan di Titik Keramaian
Momentum Halal Bihalal, Polsek Bulang Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Pulau Buluh
Amsakar-Li Claudia Serukan Persatuan dan Fokus Bangun Batam
Kader Posyandu Perkuat Silahturahmi dengan Menggelar Halal Bihalal
Migrasi Tinggi Jadi Tantangan, Amsakar Paparkan Strategi Tekan Pengangguran di Batam