“Substansi gerakan ini adalah bagaimana kita bergerak bersama menjadikan Batam aman, sehat, resik, dan indah.
Presiden menegaskan tidak ingin lagi melihat kota-kota yang kotor, penuh sampah, baliho semrawut, hingga kabel listrik yang mengganggu estetika,” katanya.
Ia menekankan, gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret dan berkelanjutan.
Sasaran kegiatan meliputi pembersihan lingkungan kantor, sekolah, rumah toko (ruko), hotel, serta fasilitas publik hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.
Selain itu, normalisasi drainase primer dan sekunder dilakukan untuk mengantisipasi banjir, termasuk pembersihan area waduk guna menjaga ketersediaan air bersih.***
Artikel Terkait
Pemko Batam dan Uniba Teken MoU Pengadaan Program Dokter Spesialis
Pembangunan Pipa Gas WNTS di Pulau Pemping, Dinilai Walikota Batam Langkah Taktis Bangun Kemandirian Bangsa
Serentak Goro Massal Tiap Kecamatan, Walikota Batam Canangkan Gema Batam ASRI
Antisipasi Terjadi Karhutla di Musim Kemarau, Walikota Batam Keluarkan SE Peringatan
Buka MTQH XXXIV di Saguung, Walikota Batam Serukan Bumikan Nilai Al Quran di Kehidupan Sehari-hari
Baksos Khitanan Massal Gratis, Walikota Lis Apresiasi KPLP dan PPLP Peduli Kebutuhan Masyarakat
Satlantas Polresta Barelang Intensifkan Himbauan Kamseltibcarlantas dalam Operasi Keselamatan Seligi 2026
Kegiatan Musrembang Lis Inginkan Lebih Fokus Diskusi dan Kesepakatan Tanpa Dilakukan Secara Formal
Kapolresta Barelang Pimpin Konferensi Pers Ungkap 12 Kasus Narkotika, 19 Tersangka Diamankan
Tingkatkan Kualitas Kinerja di 2026, Lapas Narkotika Tanjungpinang Tandatangani Komitmen Bersama dan Pakta Integritas