Angka Penceraian di Batam Cukup Tinggi, Walikota Tegaskan Perlu Penguatan Ketahanan Keluarga Melalui Pendidikan Pra Nikah

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 29 Desember 2025 | 17:41 WIB
Walikota Batam Amsakar Achmad menyaksikan penandatanganan hasil kesepakatan Rakerda BP4 Kota Batam. (Foto: Diskominfo Batam)
Walikota Batam Amsakar Achmad menyaksikan penandatanganan hasil kesepakatan Rakerda BP4 Kota Batam. (Foto: Diskominfo Batam)

KLIKREAD.COM, Batam - Walikota Batam Amsakar Achmad, menaruh perhatian serius terhadap meningkatnya angka perceraian di Kota Batam dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menegaskan, perlu penguatan ketahanan keluarga melalui pendidikan pra nikah dan pendampingan lintas sektor.

Kini menjadi fokus utama pemerintah untuk mencegah persoalan rumah tangga sejak dini.

Baca Juga: Disdukcapil Batam Terapkan Program Layanan Administrasi Kependudukan Gratis KETEPEL Jemput Bola ke Warga

Hal itu ditegaskan Amsakar saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Batam Masa Bhakti 2025-2030.

Kegiatan yang melibatkan berbagai instansi lintas sektor ini, berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Senin 29 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan keprihatinannya terhadap ketahanan keluarga di Kota Batam yang tercermin dari masih tingginya angka perceraian dibanding daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau.

Baca Juga: Nikmati Udara Bersih Tanpa Polusi Kendaraan, Warga Antusias Ikuti Kegiatan CFD di Gurindam 12 Tanjungpinang

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi kolektif untuk memperkuat pondasi keluarga sejak usia remaja hingga tahap pra-nikah melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.

Berdasarkan data tahun 2024, persentase perceraian di Kota Batam mencapai 6,32 persen.

Persentase ini lebih tinggi dibanding Kota Tanjungpinang sebesar 5,82 persen dan Kabupaten Kepulauan Anambas sebesar 4,18 persen.

Baca Juga: Ribuan Masyarakat Batam Ikuti Haul Akbar, Walikota Tegaskan Bagian Wujudkan Batam Bandar Dunia Madani

Amsakar juga menyebut, angka perceraian di Batam menunjukkan tren meningkat dalam lima tahun terakhir.

Tercatat 1.963 kasus pada 2020, 2.015 kasus pada 2021, 2.045 kasus pada 2022, 2.123 kasus pada 2023, dan meningkat menjadi 2.329 kasus pada 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X