Namun harus dipahami, semuanya bergantung pada APBD. Jika APBD belum cukup kuat, penyesuaian tidak bisa dilakukan serta-merta,” jelasnya.
Amsakar menegaskan bahwa Pemko Batam tidak hanya mengikuti regulasi, tetapi juga berupaya mencari solusi terbaik bagi pegawai sesuai kemampuan daerah.
Ia meminta seluruh PPPK Paruh Waktu meningkatkan etos kerja dan meninggalkan pola lama yang dinilai tidak produktif.
“Sekarang tidak ada lagi cerita bekerja ala kadarnya atau bekerja sambil lintang-lunggang.
Era sekarang adalah era yang menuntut kinerja terbaik,” tegasnya lagi. ***
Artikel Terkait
Gubernur Kepri Ajak Wisudawan Lebih Tingkatkan SDM Guna Hadapi Era Society 5.0
Polisi Himbau Warga Pesisir Waspada Banjir Rob, AKP Monang: Pantau Terus BMKG
Karang Taruna Kota Batam Bersama Poltek Negeri Batam Bahas Konsep Pengelolaan Sampah dan Tata Lingkungan Masa Depan
Turut Ikut Empati Korban Bencana Banjir Bandang di Sumatera, SOLMI Kota Batam Galang Dana Kemanusian
Hadiri Perayaan Natal Bersama, Amsakar Ajak Pegawai Bangun Energi Kolektif
Kapolresta Barelang Memimpin Gotong Royong di Botania Garden, Wujud Kepemimpinan Humanis dan Rendah Hati serta Sinergi Polri
PWI Kepri dan PWI Batam Gandeng Komunitas Seni Rumahitam Galang Donasi untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera
Dukung Stabilitas Harga, Polsek Batu Ampar Hadirkan Gerakan Pangan Murah Bagi Warga
Transformasi Ketenagakerjaan: BP Batam Hadirkan Program MANTAB untuk Industri
Walikota Batam Launching Program Digitalisasi Pendidikan, Diawali Sumatif Akhir Semester Online Berbasis Android