Penanganannya tidak hanya soal pemenuhan gizi, melainkan juga edukasi pola asuh, pendampingan ibu hamil, hingga memastikan lingkungan yang sehat,” jelasnya.
Selain isu stunting, Erlita juga menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba serta perdagangan orang (trafficking) yang dinilainya memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk peran aktif para kader PKK di lapangan.
Maka dari itu, kata Erlita, Rakerda ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat sinergi dan memastikan setiap program PKK benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Amsakar Chess Cup II: Ajang Catur Terbesar di Batam Tahun 2025
“Mari jadikan forum ini sebagai ruang menyatukan langkah dan merumuskan rencana kerja yang terarah. Di sini kita juga memaparkan hasil Rakernas dari setiap pokja agar implementasinya tepat dan berkelanjutan,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Pemko Batam Bersama Kejari Batam Teken Nota Kesepahaman Menuju Penerapan Penuh KUHP pada Tahun 2026
Guna Penguatan Usaha, Ketua TP PKK Kota Batam Dorong Pelaku UMKM Urus Legalitas Usaha
Batam Peduli Bencana, Pemko Batam Buka Posko Galang Bantuan Korban Bajir dan Longsor Sumbar, Sumut dan Aceh
Wujudkan Bulang Sehat dan Aman, Polsek Bulang Hadiri Olahraga Bersama dan Koordinasi Lintas Sektoral
Akselerasi Peningkatan Investasi, BP Batam Gelar Coaching Clinic Perizinan
Amsakar Chess Cup II: Ajang Catur Terbesar di Batam Tahun 2025
Miliki Potensi Kerawanan Serupa, Sekda Kota Batam Tekankan Seluruh Kecamatan di Batam Sebaiknya Ditetapkan KKP
Walikota Amsakar Berharap Batam Jadi Pusat Kegiatan Catur Berskala Nasional Hingga Internasional
Tingkatkan Kesejahteraan Masa Depan ASN, Walikota Batam Sambut Baik Program Baru Ditawarkan PT Taspen
Pemko Batam Jalin Kerjasama Pemkab Malang Suplai Kebutuhan Bahan Pokok untuk Kota Batam