Padahal, aset tersebut merupakan salah satu unit usaha wakaf produktif yang diharapkan dapat menjadi sumber pembiayaan umat di Batam.
Selain dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Untuk mengoptimalkan kembali aset tersebut, pihaknya telah menggandeng investor asal Jepang melalui PT ECCF.
Perusahaan tersebut merupakan holding yang memiliki bisnis terintegrasi, mulai dari penyediaan pakan, peternakan ayam, hingga restoran.
“Investor ini sudah memiliki peternakan di Myanmar dan Vietnam.
Dalam kerja sama ini, Badan Wakaf Indonesia (BWI) akan berperan sebagai regulator, sementara Nazhir menjadi operator RPU sekaligus penyewa lahan,” ucap Rudy.***
Artikel Terkait
Kegiatan Mewarnai Jadi Sarana Pembentukan Karakter Sekaligus Mengenalkan Kreativitas Sejak Dini
Kegiatan Profiling ASN Langkah Penting Petakan Kompetensi Pengembangan Aparatur Pemko Tanjungpinang
Dukung Program Asta Cita, Pemprov Kepri Salurkan 2.000 Paket Sembako Tahap II ke warga Tanjungpinang
Wagub Nyanyang Berharap Ancaman Pencemaran Tumpahan Minyak di Perairan Segera Disikapi dengan Langkah Cepat
Jika Aparatur Pahami Aturan Menyeluruh, Walikota Amsakar Optimistis Pembangunan dan Tata Kelola Pemerintahan Semakin Baik
Tertinggi Ketiga Nasional, Gubernur Ansar Klaim Pertumbuhan Ekonomi Kepri Triwulan Tiga Tumbuh 7,48 Persen
Beri Kemudahan Investasi, Pemprov Kepri akan Dampingi Langsung Investor Guna Memberikan Kepastian Usaha
Pemprov Kepri Raih Penghargaan Terbaik Kedua Inovasi Pengelolaan Kepegawaian Tingkat Nasional 2025
Si Amru Antar Anak Pulang: Bhabinkamtibmas Batu Ampar, Jaga Keselamatan Sekolah
Tak Sekedar Pengharaan, Walikota Batam Tegaskan Terpenting Memberi Pelayanan Terbaik bagi Warga