Buruh di Batam Gelar Aksi Demo Damai Sampaikan Delapan Tuntutan

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Buruh tergabung di FSPMI melakukan aksi demo di depan Kantor Walikota Batam usung delapan tuntutan./net
Buruh tergabung di FSPMI melakukan aksi demo di depan Kantor Walikota Batam usung delapan tuntutan./net

KLIKREAD.COM, Batam - Ratusan buruh di Batam tergabung Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi demo di depan Kantor Walikota Batam, Kamis 30 Oktober 2025.

Demo berlangsung tertib dan kondusif menyuarakan delapan tuntutan utama untuk menegakkan keadilan bagi kaum pekerja di kota Batam.

Adapun, delapan aspirasi yang disampaikan meliputi Penghapusan sistem outsourcing, Penetapan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Batam dan penolakan terhadap upah murah.

Baca Juga: Walikota Batam Bersedia Sampaikan Tuntutan Buruh, Dinilai Sebagian Besar Merupakan Wewenang Pusat

Dan Penegakan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta pembentukan tim K3.

Kemudian tuntutan lainnya, Pengesahan RUU Ketenagakerjaan, Reformasi sistem perpajakan di sektor perburuhan, Penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

Dan juga pembentukan Satgas PHK, Pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset, dan Redesain RUU Pemilu.

Aksi dimulai sejak pukul 09.00 WIB, awalnya peserta berkumpul di kawasan Panbil Kota Batam sebelum bergerak menuju Kantor Walikota di Batam Centre.

Baca Juga: Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra Bahas Proyek Kawasan Industri Berkelanjutan dengan Singapura

Saat di demo di depan kantor Walikota Batam para buruh berorasi diatas mobil komando sambil mengibarkan bendera organisasi, serta spanduk berisi tuntutan, mereka menyuarakan aspirasi orasi secara bergantian.

Tampak sejumlah personil kepolisian juga turut berjaga di lokasi.

Salah satu orator buruh mengatakan, bahwa perjuangan buruh bukan semata untuk kesejahteraan buruh.

Baca Juga: Muhadarah Khusus PPMINI Dihadirkan, Santri PPMINI Kian Bersemangat

Melainkan untuk memperbaiki sistem ekonomi nasional yang lebih berkeadilan.

Dikatakannya, bahwa upah yang layak akan memperkuat daya beli rakyat dan menggerakkan roda ekonomi Indonesia.
Dinilainya, sudah terlalu lama buruh menahan panasnya ketidakadilan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X