Walikota Lis Audiensi ke KPP Usulkan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 7 Titik Pesisir di Kota Tanjungpinang

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:54 WIB
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah bersama Gubernur Kepri Ansar ahmad foto bersama Dirjen Perikanan Tangkap KKP usai melakukan audiensi.  (Foto: Diskominfo Tanjungpinang.)
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah bersama Gubernur Kepri Ansar ahmad foto bersama Dirjen Perikanan Tangkap KKP usai melakukan audiensi. (Foto: Diskominfo Tanjungpinang.)

KLIKREAD.COM, Jakarta - Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, melakukan audiensi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 7 titik pesisir di Kota Tanjungpinang.

Usulan tersebut disampaikan ke Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Komjen Pol (Purn) Drs. H. Lotharia Latif, S.H., M.Hum., di Kantor KKP, Gedung Bahari II, Jakarta Pusat, Rabu 8 Oktober 2025.

Audiensi membahas pengembangan kawasan pesisir melalui kampung nelayan modern yang memadukan perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil laut.

Baca Juga: BRIN Lakukan Penelitian Kelengkapan dan Keakuratan Data Kesehatan di Kota Tanjungpinang

Dan juga wisata bahari, dengan pendekatan berbasis konservasi sesuai kebijakan blue economy KKP.

Dalam pemaparannya, Lis menjelaskan potensi sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata di Tanjungpinang sangat besar dan perlu dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

“Tanjungpinang memiliki kekayaan laut dan potensi wisata bahari yang luar biasa.

Baca Juga: Inspektur Kota Batam Masuk 10 Terbaik se-Indonesia, Kemenagri Beri Penghargaan Anggaraksa Dharma

Kami ingin ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan,” ujar Lis.

Tujuh lokasi yang diusulkan untuk pengembangan adalah Sei Nyirih, Kampung Madong, Tanjung Sebaok, Tanjung Unggat, Kampung Bugis, Sei Jang, dan Kampung Kelam Pagi.

Setiap kawasan memiliki karakter berbeda, mulai dari potensi perikanan tangkap, budidaya air laut dan air tawar, hingga daya tarik wisata bahari dan kuliner pesisir seperti gonggong dan ketam.

Baca Juga: Wujudkan Kampung Wisata Madani, Amsakar Tegaskan Perlu Ada Pilot Project Dijadikan Referensi

Data Dinas Perikanan, Pangan, dan Pertanian Tanjungpinang mencatat jumlah nelayan tangkap mencapai 1.624 rumah tangga perikanan dengan total produksi 3.610 ton per tahun.

Mayoritas armada tangkap berukuran di bawah 5 GT, sementara produksi sektor budidaya air laut dan air tawar mencapai 186 ton per tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X