Berlayar Selama 39 Hari dengan Kapal Sandeq, Tim Ekspedisi Pelayaran Unhas Disambut Ika Unhas di Batam

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Kamis, 11 September 2025 | 20:47 WIB
Berlayar Selama 39 Hari dengan Kapal Sandeq, Tim Ekspedisi Pelayaran Unhas Disambut Ika Unhas di Batam
Berlayar Selama 39 Hari dengan Kapal Sandeq, Tim Ekspedisi Pelayaran Unhas Disambut Ika Unhas di Batam

Baca Juga: BRIDA Kota Batam Gelar FGD untuk Susun RIPJPID 2025-2029, Dorong Pembangunan Berbasis IPTEK

"Terima kasih untuk semua yang hadir dan menyambut adik-adik kita. Hari ini adalah pelayaran yang ketiga. Mereka tentu punya misi. Bukan hanya sekedar berpetualang," kata Amrullah dalam sambutannya.

Menurutnya, ada banyak hal baik yang dapat diambil dan dipelajari oleh Tim Ekspedisi itu dalam perjalanan.

Pengalaman, relasi, dan pengetahuan baru yang didapat tentu menjadi oleh-oleh berharga bagi mereka saat kembali ke kampus nanti.

Terutama, soal falsafah persaudaraan Melayu dan Bugis yang mereka dapatkan saat tiba di Kepri.

Baca Juga: Presiden RI Prabowo Subianto Berikan 330 Ribu Smart Tv untuk PJJ Sekolah

"Dari sejarah mereka membaca hubungan Bugis dengan Melayu. Falsafahnya memang bagaikan hitam dan putih pada mata. Itulah Bugis dan Melayu. Sulit untuk dipisahkan," tuturnya.

Technical Advisor Tim Ekspedisi Pelayaran Akademisi (EPA) III Korpala Unhas, Muh Fahriansyah bersyukur ia dan Tim telah sampai di Batam setelah menempuh pelayaran selama 39 hari.

"Kami pakai perahu tradisional dengan mengangkat esensi kemanusiaan dan Tridharma Perguruan Tinggi. Banyak hal yang bisa kami petik bagaimana kehidupan masyarakat pesisir contohnya," tuturnya.

Baca Juga: Berharap PAUD Turut Berperan, Lis Targetkan Kasus Stunting Turun Dibawah Angka 100 Kasus

Ia dan tim juga berterima kasih atas sambutan yang diberikan oleh KKSS, LAM dan IKA Unhas. Ia juga meminta doa dan restu dari para tokoh masyarakat agar dapat menyelesaikan misi perjalanan ini.

Berikutnya, Tim EPA III Korpala Unhas akan bertolak ke Malaysia dan Singapura untuk melanjutkan perjalanan.

"Persaudaraan Melayu dengan Bugis tidak hanya di naskah tapi juga realita. Kami berharap, masyarakat tetap bersama kami, mendoakan, agar kami sehat dan selamat hingga tujuan akhir nantinya," kata Fahriansyah. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X