Ini akibat curah hujan tinggi, telah menyebabkan bagian bawah tanah menjadi dikonversi,” jelasnya.
Ia mencontohkan, beban tanah yang sebelumnya hanya sekitar 10 ton, bisa meningkat 15 ton akibat jenuhnya udara karena hujan.
Tentunya hal ini memberi tekanan berlebih pada lapisan bawah.
Untuk mencegah dampak yang lebih luas, Pemerintah Kota Batam memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas pemotongan dan penimbunan di lokasi tersebut.
Fokus utama saat ini adalah pada upaya pembenahan dan perataan tanah di bagian bawah.
Baca Juga: RSBP Batam dan Puskes TNI Jalin Kerja Sama untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan
“Saya sudah meminta manajemen hotel untuk melakukan perbaikan.
Kalau ada pekerjaan di bawah, itu bukan lagi cut and fill, tapi pekerjaan untuk memperkuat dan menstabilkan struktur tanah,” ucap Amsakar lagi.***
Artikel Terkait
Peringati HUT-RI ke-80, Pemko Batam akan Gelar Lomba Pawai Pembangunan dan Pawai Budaya Berhadiah Rp75 Juta
Tokoh Agama Dinilai Garda Terdepan Bangun Karakter Masyarakat Guna Terciptanya Visi Batam Jadi Kota Madani
BPK Lakukan Identifikasi Temuan 481 Keramik Hasil Pengangkatan BMKT di Museum SSBA Tanjungpinang
Disdik Tanjungpinang Atur Ulang Masuk Sekolah dan Kegiatan MPLS Jadi 21 Juli 2025
Dispora akan Gelar Piala Walikota Tanjungpinang Turnamen Mini Soccer Antar OPD
RSBP Batam dan Puskes TNI Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan
Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Berbasis Penataan Ruang, Menteri Nusron Minta Kepala Daerah Revisi RTRW dan RDTR
Guna Menjaga Keamanan Berlalu Lintas Malam, Pemko Tanjungpinang Pasang Lampu Penerangan di Sepanjang Kontainer Sampah
Selama Dua Bulan Pemko Batam Telah Terbitkan 50 Sertifikat Tanah
Pemko Batam Sambut Baik Rencana PT Pollux Barelang Membangun Taman Kota di Kawasan Megasuperblok Meisterstadt Batam