“Penyebabnya bisa beragam.
Bukan semata karena sepi pembeli, tapi mungkin juga karena beban operasional seperti sewa yang terlalu tinggi.
Ini yang sedang kami komunikasikan,” ucapnya.
Lis menambahkan, TCC bukan hanya sekadar pusat perbelanjaan, tetapi juga tempat bernaung bagi berbagai pelaku usaha.
“Di dalam TCC ada banyak tenant, seperti studio XXI dan sejumlah toko lainnya.
Jika Matahari tutup, dampaknya tentu besar terhadap operasional dan keberlangsungan pusat perbelanjaan itu,” ucapnya.
Baca Juga: Menandai Pembukaan MTQH ke XIX, Sekda Tanjungpinang Lepas Pawai Taaruf
Karena itu, menurut Lis, pemerintah harus berkomitmen mencari solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak.
“Masyarakat juga bisa menjadikan Matahari sebagai alternatif tempat belanja.
Supaya ada keseimbangan antara operasional dan minat konsumen,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Konsul Jendral Republik Rakyat Tiongkok Kunjungi Pemko Batam Jejaki Kerjasama Sister City
Kadiskominfo Minta Provider Rapikakan Kabel FO Berseliweran di Ruas Jalan
Sekda Tanjungpinang Meminta Masyarakat Segera Urus Perizinan Lahan
Dukung Program Asta Cita Presiden RI, Polsek Belakang Padang Edukasi Kelompok Tani Mekar
Menandai Pembukaan MTQH ke XIX, Sekda Tanjungpinang Lepas Pawai Taaruf
Tingkatkan 25 Keterampilan Dasar Kesehatan, Dinkes Tanjungpinang Gelar Orientasi Kader Posyandu
Lis : MTQH dan Pawai Taaruf Tak Sekadar Syiar Agama, Namun Momentum Memberantas Buta Huruf Al Quran
Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Taman Baloi Tanam Cabai dan Sawi
SECO Switzerland Kunjungi Pemko Batam Tindak Lanjut Program INDOBUS Jejaki Kerjasama Program IDSUN Fase 2
Pentingnya Sinergi Guru dan Orang Tua dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak