2.Dealer dan Bengkel Hanya di Kota-kota Besar
Para importir sepeda motor listrik pasti membuka jaringan diler dan bengkelnya di kota-kota besar terlebih dulu, seperti di Jakarta, Surabaya dan kota besar lainnya.
Sehingga masyarakat di daerah yang ingin membeli motor listrik menjadi susah.
Apalagi jika mereka membelinya dari diler yang berbeda kota, mereka akan kesulitan menemukan bengkel resminya.
3.Mesin Tidak Mengeluarkan Suara
Kelemahan motor listrik selanjutnya adalah mesin motor yang tidak mengeluarkan suara.
Bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia hal ini masih asing bagi mereka, ditambah kebiasaan pemilik motor konvensional adalah memodifikasi, termasuk suara yang keluar lewat knalpot.
Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli motor listrik.
Meski begitu, bukan hal yang mustahil motor listrik di Indonesia akan berkembang pesat apabila infrastruktur motor listrik mendukung
Baca Juga: Contoh Soal SIMAK UI dan Pembahasan Soal Sejarah Untuk Persiapan Ujian Mandiri PTN 2023
4.Harga Masih Mahal
Meskipun dianggap hemat bahan bakar, penjualan motor listrik di Indonesia terbukti belum bisa menyusul penjualan motor berbahan bakar bensin sebab harga motor listrik tergolong mahal.
Beberapa merek seperti NIU dan Gesits menjual produk mereka dengan harga di atas Rp20 juta.
Baca Juga: PT Smartfren Telecom Buka Loker Terbaru Oktober 2022 Sebagai Content Writer Intern
Artikel Terkait
Skuter Matic SYM Fiddle 125, Libas Popularitas Yamaha Fazzio dan Honda Scoopy, Intip Spesifikasnya
Mercedes-AMG EQE SUV Resmi Rilis: Mobil Listrik Serbaguna dengan Interior Luas
BUKAN MAIN! DFSK Kenalkan Ambulans Listrik Pertama di Indonesia, DFSK Gelora E
Update Harga New Honda PCX 160 Per Oktober 2022, Skuter Maxi Paling Laris di Indonesia
Harga BBM Naik dan Dianggap Boros, Ini 7 Trik Irit BBM yang Bisa Kamu Lakukan