KLIKREAD - Sumpah Pemuda 1928 adalah ikrar setia para pelajar dan pemuda Indonesia yang saat itu penuh kegelisahan atas nasib bangsanya. Mereka, para pemuda yang mengikrarkan sadar bahwa Sumpah Pemuda itu awal, bukan akhir.
Nasib bangsa yang dijajah namun belum bisa menyatu karena masih ada sekat dan atribut daerah yang melekat. Namun batas-batas itu di dobrak oleh sekelompok pemuda yang berasal dari Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Islamieten Bond, dan PPPI.
Lahirnya Sumpah Pemuda yang kita peringati saat ini, tidak sekedar harus diperingati dan dijadikan notifikasi untuk mengingatnya saja. Sumpah Pemuda adalah fondasi dari nasionalisme Indonesia.
Baca Juga: Dampak Sumpah Pemuda 1928 Terhadap Sejarah dan Persatuan Bangsa Indonesia
Bersamaan dengan apa yang dilakukan oleh para pemuda, yang usianya masih 18-20an tahun, kaum pergerakan nasional juga sibuk dengan urusan membangun kesepahaman tentang nasionalisme Indonesia diantara kalangan pergerakan.
Bung Karno, Presiden pertama kita, mencoba melakukan hal yang hampir sama dengan kaum pemuda, yakni menyatukan kaum pergerakan nasional yang masih tersekat dengan perbedaan ideologi dan dasar perjuangan.
Para pemuda kerap mendatangi Algemene Studi Club-nya Bung Karno untuk berdiskusi mengenai nasib dan perjuangan bangsa Indonesia. Dari tukar pikiran tersebut terbersit semangat para pemuda untuk bisa bersatu, meski kalangan elit pergerakan nasional masih sulit disatukan dalam satu semangat perjuangan.
Para pemuda ini kemudian mencari akar-akar persatuan bangsa dan merubuhkan batasan-batasan daerah dan agama. Mereka berhasil untuk itu dalam Kongres Pemuda II di Indonesische Clubhuis Jakarta 28 Oktober 1928.
Baca Juga: Gedung Kramat 106 Menjadi Saksi Bisu Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Yuk Intip Sejarahnya
Dalam sebuah kesempatan, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan sesuatu tentang Sumpah Pemuda: “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir.”
Baca Juga: 20 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2022 Yang Bisa Kalian Download
Maksud Bung Karno, meski pemuda bisa menggagas nasionalisme diantara mereka, dan kita sekarang hidup di alam merdeka, tugas pemuda belum selesai untuk Indonesia.***
Artikel Terkait
Mohammad Yamin dan Sumpah Pemuda 1928, Proses Penciptaan Nasionalisme Indonesia
Gedung Kramat 106 Menjadi Saksi Bisu Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Yuk Intip Sejarahnya
Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, Penggagas Kongres Pemuda II dan Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Dampak Sumpah Pemuda 1928 Terhadap Sejarah dan Persatuan Bangsa Indonesia
Jarak Ribuan Kilometer Tak Jadi Masalah, Demi Satu Ikrar, Sumpah Pemuda, Setia Untuk Satu Nusa Satu Bangsa