Cerita Dibalik Istilah G30S, G30S/PKI, Gestapu, dan Gestok, Ada Yang Mirip Dengan Polisi Khusus NAZI

photo author
Khairul, Klik Read
- Jumat, 16 September 2022 | 10:41 WIB
Monumen tujuh pahlawan revolusi yang menjadi korban G30SPKI (Instagram.com/oct_wei)
Monumen tujuh pahlawan revolusi yang menjadi korban G30SPKI (Instagram.com/oct_wei)

Istilah ini juga digunakan oleh Departemen Pertahanan kala itu pada saat perayaan 40 hari kejadian tersebut. Hal ini tertuang pada buku 40 Hari Kegagalan G-30-S yang diterbitkan oleh Departemen Pertahanan. 

Baca Juga: Info Lowongan Kerja di PT Softex Indonesia September 2022 dan Link, Pelajari Selengkapnya di Sini!

Kemudian buku tersebut mendapatkan masukan dari para pembantu Jenderal Soeharto kala itu yang telah menjadi pucuk pimpinan AD. Yoga Soegama (Kepala BAKIN) dan Soedarmono (Mantan Wapres), para pembantu setia Soeharto, meyakini betul bahwa PKI berada di balik penculikan dan pembunuhan terhadap perwira AD di Lubang Buaya.

Alasan PKI menyingkirkan pimpinan AD adalah untuk memuluskan upayanya merebut kekuasaan. Sehingga sejak itu nama resmi yang digunakan oleh pemerintahan Orde Baru adalah G30S/PKI. 

Gestapu

Kalau kita dengan kata Gestapu, sebagian orang ingat akan Gestapo (Polisi Rahasia Nazi-Jerman) yang dibentuk oleh Adolf Hitler untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya termasuk pembunuhan massal jutaan keturunan Yahudi-Jerman. 

Gestapo adalah mesin pembunuh massal secara sistematis yang digunakan oleh Adolf Hitler untuk melancarkan kampanye Anti-Yahudi di Jerman dan Eropa. Sehingga istilah Gestapo ini identik dengan kekerasan dan pembunuhan politik.

Baca Juga: Tidak Banyak yang Tahu, Makanan Ini Dapat Menambah Gairah Suami yang Bikin Istri Ketagihan

Gestapu (Gerakan September 30) ini pertama kali digunakan oleh Brigjen RH Sugandhi yang kala itu menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Angkatan Bersenjata.

Istilah ini seolah-olah dibuat untuk membuat rakyat khawatir dan menimbulkan teror tersendiri dalam masyarakat. Sehingga kelompok Gestapu ini sangat berbahaya dan harus ditumpas. 

Gestok

Gestok atau Gerakan Satu Oktober dimunculkan oleh Presiden Soekarno untuk merujuk pada peristiwa pembunuhan terhadap perwira AD yang jenazahnya di temukan di sumur tua di daerah Lubang Buaya.

Presiden Soekarno sendiri menggunakan istilah ini untuk menampik istilah yang dipopulerkan oleh kalangan militer sebelumnya yaitu Gestapu yang identik dengan plesetan Gestaponya Nazi-Jerman. 

Baca Juga: Ingin Durasi Bercinta Lebih Tahan Lama? Coba 5 Posisi Paling Favorit Ini

Gestoknya Soekarno ini menandakan adanya arah kebijakan politik presiden yang dekat dengan PKI. Semasa pemerintahannya (1959-1966), Soekarno cenderung berkawan dengan negara-negara berhaluan komunis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Tags

Rekomendasi

Terkini

X