nasional

Bung Karno dan Pesan Untuk Sumpah Pemuda, 'Tapi ini bukan tujuan akhir'

Jumat, 28 Oktober 2022 | 09:17 WIB
Pesan Bung Karno untuk Sumpah Pemuda, 'Tapi ini bukan tujuan akhir' (freepik.com/ natanaelginting (Ilustrasi Aspirasiku))

KLIKREAD - Sumpah Pemuda 1928 adalah ikrar setia para pelajar dan pemuda Indonesia yang saat itu penuh kegelisahan atas nasib bangsanya. Mereka, para pemuda yang mengikrarkan sadar bahwa Sumpah Pemuda itu awal, bukan akhir. 

Baca Juga: Jarak Ribuan Kilometer Tak Jadi Masalah, Demi Satu Ikrar, Sumpah Pemuda, Setia Untuk Satu Nusa Satu Bangsa

Nasib bangsa yang dijajah namun belum bisa menyatu karena masih ada sekat dan atribut daerah yang melekat. Namun batas-batas itu di dobrak oleh sekelompok pemuda yang berasal dari Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Islamieten Bond, dan PPPI. 

Lahirnya Sumpah Pemuda yang kita peringati saat ini, tidak sekedar harus diperingati dan dijadikan notifikasi untuk mengingatnya saja. Sumpah Pemuda adalah fondasi dari nasionalisme Indonesia. 

Baca Juga: Dampak Sumpah Pemuda 1928 Terhadap Sejarah dan Persatuan Bangsa Indonesia

Bersamaan dengan apa yang dilakukan oleh para pemuda, yang usianya masih 18-20an tahun, kaum pergerakan nasional juga sibuk dengan urusan membangun kesepahaman tentang nasionalisme Indonesia diantara kalangan pergerakan.

Bung Karno, Presiden pertama kita, mencoba melakukan hal yang hampir sama dengan kaum pemuda, yakni menyatukan kaum pergerakan nasional yang masih tersekat dengan perbedaan ideologi dan dasar perjuangan. 

Baca Juga: Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, Penggagas Kongres Pemuda II dan Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Para pemuda kerap mendatangi Algemene Studi Club-nya Bung Karno untuk berdiskusi mengenai nasib dan perjuangan bangsa Indonesia. Dari tukar pikiran tersebut terbersit semangat para pemuda untuk bisa bersatu, meski kalangan elit pergerakan nasional masih sulit disatukan dalam satu semangat perjuangan.

Para pemuda ini kemudian mencari akar-akar persatuan bangsa dan merubuhkan batasan-batasan daerah dan agama. Mereka berhasil untuk itu dalam Kongres Pemuda II di Indonesische Clubhuis Jakarta 28 Oktober 1928.

Baca Juga: Gedung Kramat 106 Menjadi Saksi Bisu Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Yuk Intip Sejarahnya

Dalam sebuah kesempatan, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan sesuatu tentang Sumpah Pemuda: “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir.”

Baca Juga: 20 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2022 Yang Bisa Kalian Download

Maksud Bung Karno, meski pemuda bisa menggagas nasionalisme diantara mereka, dan kita sekarang hidup di alam merdeka, tugas pemuda belum selesai untuk Indonesia.***

Tags

Terkini