nasional

Dampak Sumpah Pemuda 1928 Terhadap Sejarah dan Persatuan Bangsa Indonesia

Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:13 WIB
Diorama Sumpah Pemuda 1928. Para pemuda dan pelajar dari berbagai organisasi berkumpul untuk mengikrarkan sumpah setia sebagai satu bangsa, satu negara, satu bahasa (Tangkap layar/museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id)

KLIKREAD - Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 telah berlalu 94 tahun yang lalu, namun semangatnya akan terus hidup di masa kini dan di masa mendatang.

Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh kendur karena persaingan dan perubahan zaman menghimpit kita semua. Masa depan sebuah bangsa ada di pundak para pemuda. 

Baca Juga: Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, Penggagas Kongres Pemuda II dan Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Sumpah Pemuda sendiri sebagai sebuah peristiwa bersejarah memiliki tempatnya sendiri dalam ruang memori bangsa Indonesia, karena dampak yang diberikan oleh Sumpah Pemuda kepada sejarah dan persatuan bangsa Indonesia.

Lantas bagaimana dampak itu menjadi sebuah proses lahirnya konsep nasionalisme Indonesia yang utuh tanpa ada lagi atribut kedaerahan. 

Kita intip yuk bagaimana sih dampak dari Sumpah Pemuda 1928 bagi sejarah dan persatuan bangsa. 

Baca Juga: Gedung Kramat 106 Menjadi Saksi Bisu Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Yuk Intip Sejarahnya

Sumpah Pemuda 1928 tak lepas dari adanya kebijakan trias etis nya van Deventer tahun 1901 yang salah satunya adalah kebijakan memberikan edukasi kepada rakyat bumiputera. 

Ruang edukasi yang diberikan oleh pemerintah kolonial Belanda memberikan anak-anak muda bumiputera mempelajari arti dari sebuah kemerdekaan dan kebebasan melalui buku-buku dan media massa yang mereka baca. 

Baca Juga: Mohammad Yamin dan Sumpah Pemuda 1928, Proses Penciptaan Nasionalisme Indonesia

Pendidikan pada saat itu melahirkan kelompok terpelejar dan terdidik yang pada tahun 1920an mulai menyadari pentingnya persatuan bangsa Indonesia yang saat itu belum semuanya tersadar akan negatifnya kolonialisme.

Salah satu kelompok pemuda atau pelajar yang bernama Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI) pada 27-28 Oktober 1928 berinisiatif bersama kelompok-kelompok pemuda dari berbagai daerah untuk melangsungkan Kongres Pemuda II.

Baca Juga: Mohammad Yamin dan Sumpah Pemuda 1928, Proses Penciptaan Nasionalisme Indonesia

Seperti diambil dari Sejarah Nasional Indonesia, Jilid V (1985), Kongres Pemuda II ini bertujuan untuk mempersatukan segala perkumpulan pemuda Indonesia yang ada dalam satu badan gabungan.

Halaman:

Tags

Terkini