KLIKREAD - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu malam (1/10) menewaskan 131 orang suporter dan pihak keamanan. Tragedi Kanjuruhan ini menjadi tragedi terburuk yang pernah dialami oleh dunia sepakbola Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan memukul perasaan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pecinta sepakbola di Malang sebagai pendukung setia Arema FC klub kebanggaan mereka.
Kemarahan, duka, kritikan, dan harapan kedepan berseliweran di berbagai platform media sosial di Indonesia terhadap kejadian memilukan tersebut.
Bahkan pada pertandingan liga-liga elit Eropa bahkan Liga Champions dua hari terakhir didahului oleh mengheningkan cipta untuk menghormati dan mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan. Inilah bentuk solidaritas dalam dunia sepakbola dunia terhadap sepakbola Indonesia. Tak ada sepakbola seharga nyawa.
Berkenaan dengan tragedi Stadion Kanjuruhan, Wasekjen PSSI Maaike Ira Puspita akui telah melaporkan kronologi tragedi Stadion Kanjuruhan ke Federasi Sepakbola Dunia (FIFA).
Hal itu bertujuan agar FIFA mempunyai gambaran terkait insiden berdarah yang terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut.
Seperti dilansir dalam laman PMJ News, Wakil Sekjen PSSI Maaike Ira Puspita menuturkan, komunikasi PSSI dengan FIFA cukup intensif sejak tragedi Stadion Kanjuruhan. Alasannya, pihaknya sudah beberapa kali melakukan beberapa laporan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Telepon Presiden FIFA, Gianni Infantino, Berbicara Masalah Tragedi Kanjuruhan
"Kemudian saya segera membuat laporan yang komprehensif secara umum. Akan tetapi, ini masih laporan awal, karena memang kami tahu pertama kali itu banyak banget berita yang viral terkait masalah berapa jumlah korban,” jelas Maaike Ira Puspita kepada awak media, Rabu (5/10/2022).
“Jumlah korban hampir menembus 200 jiwa," tambahnya. Sedangkan korban yang mengalami luka-luka mencapai 300an jiwa.
Kemarin, Rabu, (5/10), Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Malang untuk melihat para korban di rumah sakit dan mengecek lokasi kejadian di Stadion Kanjuruhan.